










Advertorial

RSO PTK dan KPI RU III Plaju Gelar Table Top Exercise ISPS Code untuk Perkuat Keamanan Maritim

Publikasi Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten Bogor

DUA WINDU JALIN KERJA SAMA MEMBERANTAS PEREDARAN GELAP NARKOTIKA, BNN KUNJUNGI KANTOR PUSAT DEA

SAMBANGI SPECIAL OPERATIONS DIVISION DEA, BNN RI UPAYAKAN KOLABORASI DALAM PEMBERANTASAN NARKOTIKA

Kesempatan Emas: Tanah Strategis 1050 m² di Mekar Bakti Panongan – Harga Spesial!

Mental Health Hantui Remaja RI Usia 10-17 tahun Capai 15,5 juta Orang
Berita Populer
-
OTT KPK Meledak di Lingkaran ATR/BPN: Dirjen hingga Kepala Kantah Bogor Diciduk, 20 Koper Uang Disita KPK Geledah Dugaan Transaksi Gelap HGB: Dirjen ATR/BPN, Kepala Kantah Bogor dan Tangerang Terjaring OTT OTT KPK Meledak di Lingkaran ATR/BPN: Dirjen hingga Kepala Kantah Bogor Diciduk, 20 Koper Uang Disita JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang sektor pertanahan melalui operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek. Operasi tersebut menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), termasuk Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Lampri serta Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung. Selain itu, Kepala Kantah Tangerang, Tardi, turut diamankan dalam operasi tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa tim penindakan mengamankan 17 orang dalam OTT yang berlangsung di wilayah Jabodetabek. “Di mana dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 17 orang,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (14/9/2026). Menurut Budi, OTT tersebut berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor. KPK juga mendalami dugaan adanya penerimaan-penerimaan lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. “OTT ini terkait dengan kasus proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor dan juga terkait dengan adanya dugaan penerimaan-penerimaan lainnya,” ujar Budi. Operasi ini menjadi perhatian serius karena menyentuh sektor administrasi pertanahan yang memiliki konsekuensi langsung terhadap kepastian hukum, tata ruang, investasi, serta kepemilikan dan pemanfaatan tanah. Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan rupiah dan valuta asing. Uang tersebut disebut ditemukan dalam sejumlah kardus, koper, dan box. Yang membuat OTT ini semakin menjadi sorotan adalah jumlah koper yang diamankan. KPK menyebut terdapat sekitar 20 koper yang masih dalam proses penghitungan. “Koper yang berjumlah sekitar 20-an koper. Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar Rupiah,” kata Budi. Besarnya uang yang ditemukan membuat perkara ini berpotensi membuka persoalan yang lebih luas dibanding sekadar dugaan transaksi dalam satu proses administrasi pertanahan. Namun, KPK masih melakukan penghitungan dan pendalaman terhadap asal-usul serta keterkaitan uang tersebut dengan perkara yang sedang diselidiki. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak OTT untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Selama proses tersebut, penyidik akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman sebelum menentukan siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka maupun pihak yang dilepaskan. OTT tersebut sekaligus menempatkan proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor sebagai salah satu fokus penting dalam penanganan perkara. KPK selanjutnya diharapkan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai konstruksi perkara, pihak-pihak yang terlibat, serta hubungan antara uang yang diamankan dengan proses penerbitan atau pengurusan HGB. Hingga proses hukum berjalan, seluruh pihak yang diamankan tetap memiliki hak hukum dan asas praduga tak bersalah. Penetapan tersangka maupun status hukum seseorang sepenuhnya menjadi kewenangan KPK berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh penyidik.
15 Sep 2026 - 05:25
-
Kekaguman Netizen Liat Sirkuit Mandalika dari Langit
19 Mar 2022 - 09:31
-
Bamsoet Apresiasi Sean Gelael yang Raih Posisi 2 di WEC 2022
19 Mar 2022 - 09:39
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Mandalika: Quartararo Pole Position di Lombok
19 Mar 2022 - 09:43
-
Red Flag! Motor Alex Rins Terbakar di FP4 MotoGP Mandalika
19 Mar 2022 - 09:46
-
PPP Minta KPPU Bongkar Pengusaha Minyak Goreng Nakal
19 Mar 2022 - 11:49
-
Uang Rp 1 M dari Doni Salmanan Akan Disita Bareskrim, Reza Arap Minta Waktu
19 Mar 2022 - 12:02
Khazanah

KH Achmad Yaudin Sogir: Mengabdi kepada Rakyat Bukan Hanya Saat Pemilu

KH Achmad Sogir: Silaturahmi Kunci Persatuan dan Keberkahan Jurnalis

Jangan Paksakan ke Masjid Saat Sakit Menular, KH Achmad Yaudin Sogir Jelaskan Dalil dan Hukum Mengganti Shalat Jumat dengan Zuhur

Pengajian Rutin Jurnalis Al Qalam: KH Achmad Yaudin Sogir Kupas Fadhilah Surah Al-Ikhlas Berdasarkan Kitab Para Ulama

Shalat Boleh Diputus Saat Nyawa Terancam dan Harta Dicuri

Pengajian Rutin Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor KH Achmad Yaudin Sogir Ingatkan Islam sebagai Agama yang Diridai Allah
Lifestyle

Sinergy for Indonesia Kembali Rilis Album Anak Negeri Bertajuk Pusaka Nusantara

Kemeriahan dan Antusiame Masyarakat Dalam Opening Ceremony, Denda Alamsyah Ketua PANLAK FORNAS Sambut Positif

IKM Jabar, Dapat Apresiasi dari Ketua Kormi Jawa Barat yang Ikut Meriahkan FORNAS ke-VII 2023

Cek Kesiapan Venue, Denda Alamsyah Optimis Kesiapan Jawa Barat Gelar Event FORNAS VII 2023

Ayah Mertua Raffi Ahmad, Ikut Meriahkan Road to Pasundan Etnik Jazz Festival di Puncak Bogor

Ketua HPPMI Provinsi Lakukan Program Menanam 1000 Bibit Tanaman di Lahan Semak Belukar































































