RUMPIN, Siber24jam.com – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, turun langsung meninjau lokasi jembatan ambruk di...
CIBINONG, Siber24jam.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB, KH Achmad Yaudin Sogir, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Rudy Susmanto selama kurang lebih satu tahun memimpin Kabupaten Bogor.
Pernyataan tersebut disampaikan KH Achmad Yaudin Sogir dari Gedung DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong, Kamis (5/3/2026). Ia menilai bahwa kepemimpinan Rudy Susmanto sebagai kepala daerah muda membawa energi baru serta gagasan yang dinilai cukup progresif dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurutnya, memimpin Kabupaten Bogor bukanlah perkara mudah. Wilayah yang luas, jumlah penduduk yang besar, serta dinamika sosial dan pembangunan yang kompleks menjadikan kepemimpinan daerah ini memiliki tantangan tersendiri.
“Memimpin Kabupaten Bogor tentu tidak mudah. Daerah ini memiliki sejarah panjang sebagai tanah Pajajaran atau Siliwangi, dengan jumlah penduduk yang besar serta wilayah yang luas. Namun selama satu tahun kepemimpinan Pak Bupati Rudy Susmanto, kita sudah mulai melihat berbagai perkembangan pembangunan dari berbagai aspek,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir.
Ia menambahkan, sejumlah pembangunan di Kabupaten Bogor mulai terlihat dan perlahan merata di berbagai wilayah, meskipun dalam prosesnya tetap akan muncul beragam pandangan dari masyarakat.
Menurutnya, dalam sistem demokrasi hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar.
“Dalam kepemimpinan tentu ada masyarakat yang merasa puas, ada juga yang belum puas. Itu hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi. Yang penting pemerintah terus bekerja dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
KH Achmad Yaudin Sogir juga menanggapi berbagai asumsi yang berkembang di media sosial terkait isu meningkatnya kekayaan pejabat publik. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah berprasangka buruk tanpa dasar yang jelas.
Menurutnya, dalam ajaran agama setiap manusia memiliki ketentuan hidup yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.
“Rezeki, jabatan, jodoh dan umur manusia semuanya sudah tercatat dalam Lauhul Mahfudz. Kita tidak boleh berprasangka buruk kepada siapa pun tanpa dasar yang jelas, terlebih lagi saat ini kita sedang berada dalam suasana bulan suci yang mengajarkan kita untuk memperbanyak introspeksi dan menjaga akhlak,” ungkapnya.
Selain memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir juga menyoroti persoalan strategis yang saat ini dihadapi Kabupaten Bogor, yakni masalah pengelolaan sampah yang semakin kompleks.
Ia menyatakan bahwa DPRD Kabupaten Bogor melalui Komisi I akan mendorong lahirnya regulasi baru terkait sistem swastanisasi pengelolaan sampah, khususnya di kawasan perumahan dan kawasan industri yang terus berkembang di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, pertumbuhan pembangunan perumahan dan sektor industri menyebabkan volume sampah meningkat secara signifikan setiap tahunnya.
“Ke depan kami akan mendorong regulasi terkait swastanisasi pengelolaan sampah. Dengan semakin banyaknya pembangunan perumahan dan kawasan industri di Kabupaten Bogor, tentu volume sampah juga meningkat. Jika semua hanya dibebankan kepada pemerintah daerah melalui DLH, tentu akan sangat berat,” jelasnya.
Ia menilai keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan sampah merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efektif, efisien, serta berkelanjutan.
“Melalui sistem ini, setiap kawasan perumahan dapat memiliki sistem pengelolaan sampah sendiri yang dikelola secara profesional oleh pihak swasta. Pemerintah tetap melakukan pengawasan dan regulasi,” katanya.
Lebih lanjut, KH Achmad Yaudin Sogir mengungkapkan bahwa rencana tersebut juga telah mendapat respons positif dari Bupati Bogor.
Menurutnya, Rudy Susmanto menyatakan dukungan terhadap gagasan tersebut sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Bogor.
“Pak Bupati Rudy Susmanto pada prinsipnya menyetujui gagasan ini. Karena memang persoalan sampah ini harus ditangani secara serius dan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah saja,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ke depan direncanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah di beberapa wilayah strategis Kabupaten Bogor, seperti wilayah utara, timur, dan selatan.
Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas.
Dengan adanya fasilitas pengolahan sampah yang tersebar di beberapa wilayah, diharapkan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor dapat menjadi lebih modern, efektif, dan mampu mengurangi beban lingkungan.
“Kita tahu TPA Galuga sudah mengalami overload. Oleh karena itu, ke depan perlu dibangun pusat-pusat pengolahan sampah di beberapa wilayah agar sistem pengelolaan menjadi lebih efektif dan tidak menumpuk di satu tempat,” pungkasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, sektor swasta, dan masyarakat dapat menjadi solusi bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Berita Lainnya
-
Bupati Bogor Ambil Sumpah Kepala Desa Gunung Picung PAW, Rudy Susmanto: Bangun Desa dengan Kedekatan pada Masyarakat
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir Nilai Pembangunan Kabupaten Bogor Semakin Merata, Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto











