Update

Ketua HPPMI Provinsi Lakukan Program Menanam 1000 Bibit Tanaman di Lahan Semak Belukar

Lampung, Siber24jam.com – Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (DPW HPPMI) Provinsi Lampung, laksanakan program Urban Farming di Kota Bandar Lampung, Lampung.

Ketua DPW HPPMI Provinsi Lampung, Jazuli Asikin mengungkapkan, jika pelaksanaan program Urban Farming yang dipusatkan di Kota Bandar Lampung itu terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Diantaranya, gerakan menanam 1000 bibit yang ditanam dilahan kosong sehingga terjaga kebersihannya dan dirawat menjadi area hijau yang menghasilkan.

Menurut dia, pengurus DPW HPPMI Propinsi Lampung menjadikan program urban farming 2023 juga untuk mempererat tali persaudaraan dalam bentuk pengelolaan lahan tak produktif menjadi lahan produktif dengan 1000 bibit yang di sediakan.

“Banyak pola dalam dalam program urban farming baik yang kita kenal dengan tanaman hidroponik atau pun yang lainnya. Tapi kita berorientasi lebih berkembang, agar bisa menjadi pola cluster atau yang kita kenal dengan memanfaat perumahan yang memiliki lahan fasumnya yang belum ditanam dengan tanaman produktif, kita jadikan berproduktif dilahan tersebut,” kata Jazuli Asikin kepada wartawan media ini, Minggu (25/6/23).

Ia menerangkan, jenis tanaman yang ditanam ini merupakan jenis pohonnya tidak meninggi keatas, tapi melebar, buahnya pun saat di petik tak perlu naik cukup dengan injitan kaki dan nilai jualnya bisa di manfaatkan untuk kepentingan lingkungan sekitar. Adapun, menjadikan program ini berakses pada ketahanan pangan lingkungan.

“Kita tahu bahwa program urban farming tidak akan menjadi program yang terkontinyinitas dan tepat guna, jika program urban farming dikelola secara pribadi saja,” tuturnya.

Jazuli menjelaskan, program urban farming yang berkolaborasi memberikan keuntungan lebih mudah yaitu, sebagai wadah yang memberikan kemudahan berupa rumah bibit buah dari DPW HPPMI dengan menyiapkan pupuk organik dan suplemen tanaman menjadi berbuah yang sesuai diharapkan. Serta, harganya merakyat dan pengawasan melekat.

“Artinya kita buka konsul untuk bagaimana meningkatkan kualitas pohon dan buah yg baik,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Jazuli, program urban farming ini juga di akselerasikan dengan tujuan berbagi ilmu serta pengalaman yang berkolaborasi, hal itu merupakan moto HPPMI guna menciptakan suasana kondusif dan dinamis agar tak ada lagi lahan-lahan semak belukar.

“Perlahan tapi pasti tak perlu lari, cukup berjalan karena kehidupan adalah perjalanan bukan sebuah pelarian,” tegasnya.

Menanggapi itu, Ketua Umum (Ketum) HPPMI, Aldi Supriyadi mengaku sangat mengapresiasi dengan program yang digalakkan oleh ketua DPW HPPMI Provinsi Lampung di bawah komando Jazuli Asikin.

Baginya, pemanfaatan lahan-lahan kosong atau semak belukar dijadikan sebagai lokasi tanah berproduktif itu harus di contoh oleh seluruh pengurus HPPMI di Indonesia, terutama bagi para petani di negeri ini.

“Semangat untuk program urban farming yang dilakukan teman-teman HPPMI Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan teman baik saya Jazuli Asikin. Semoga dengan program yang digalakkannya itu dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar khususnya di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung,” bebernya.

“Selain itu, harapan saya selaku ketum HPPMI semoga apa yang dilakukan organisasi kami di wilayah Kota Bandar Lampung itu mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Sehingga, program-program penghijauan untuk Indonesia Emas 2045 nanti bisa berjalan seiringan dengan motto HPPMI untuk memanfaatkan semak belukar menjadi lahan produktif,” tandasnya.

 

Tags: , , , , ,

WordPress Ads