Update

SAMBANGI SPECIAL OPERATIONS DIVISION DEA, BNN RI UPAYAKAN KOLABORASI DALAM PEMBERANTASAN NARKOTIKA

Siber24jam.com – Dalam rangka meningkatkan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) diperlukan sebuah langkah besar. Salah satunya melalui kolaborasi informasi antar lembaga guna memutus jaringan sindikat narkotika.

Ini dilakukan oleh delegasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) ketika mengunjungi kantor Special Operations Division (SOD), Drug Enforcement Administration (DEA), di Amerika Serikat, pada Rabu (15/5). Pada kesempatan study visit, Kepala BNN RI Komjen Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., hadir bersama Deputi Pemberantasan, Deputi Hukum dan Kerja Sama, Direktur Psikotropika dan Prekursor, Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi (Puslidatin), serta Analis Rancangan Naskah Perjanjian (RNP), dan diterima oleh Assistant Special Agent In Charge (ASAC) SOD.

Pihak SOD menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin sangat baik antara BNN dan DEA selama ini. Dalam pertemuan dijelaskan, SOD merupakan unit khusus dalam struktur DEA yang bertanggungjawab untuk mengoordinasikan dan mendukung investigasi peredaran narkotika berskala besar dengan melibatkan berbagai agensi.

Sejak berdiri pada tahun 1994, SOD memfasilitasi pertukaran informasi dan kolaborasi antar lembaga penegak hukum federal, negara bagian, lokal, dan internasional, untuk menangani dan memutus jaringan sindikat narkotika. Mereka berfokus pada peredaran narkotika tingkat tinggi dan tindak pidana pencucian uang yang berdampak signifikan terhadap aliran narkotika ke Amerika Serikat.

Dalam diskusi disebutkan juga, SOD memiliki peran signifikan bagi agen federal dalam melakukan koordinasi di lapangan terkait antar kasus yang ditangani. Praktis, tidak ada dua agen yang menangani satu kasus yang sama, sehingga tidak tumpang tindih dan operasi berjalan efektif dan efisien.

Selain itu, SOD memanfaatkan teknologi komunikasi mulai dari telepon, internet, hingga radio. Langkah ini digunakan untuk melakukan investigasi kejahatan transnasional domestik dan internasional.

Study visit yang dilakukan Delegasi BNN RI ini diharapkan dapat membuka wawasan yang kemudian dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan Indonesia dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.

#indonesiabersinar
#indonesiadrugfree
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Rudy Susmanto Siapkan Tour de Malasari Seri Ketiga, Pariwisata Malasari Digenjot

Siber24.com, NANGGUNG – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya menjadikan Tour de Malasari sebagai agenda...

Mafia Busuk Institusi Hukum di Pinrang Bersekongkol Kriminalisasi Andi Edi Sandy

Pinrang Siber24jam.com – Sebuah ironi hukum yang menyayat rasa keadilan menambah hitam-legam wajah penegakan hukum...

Suap Ijon Proyek Rp980 Juta, KPK Perluas Pengusutan di Bengkulu

Siber24jam.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan dugaan suap proyek di Kabupaten...

Bupati Rudy Susmanto Ajak Warga Bogor Satukan Perbedaan

MALASARI Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor memperkuat persatuan dan...