Update

Ketika Gajah Datang, Anjing Menggonggong; Ketika Hutan Tenang, Mereka Kembali Menjilat  

Siber24jam.com – Di sebuah hutan yang konon sedang membangun peradaban, hiduplah seekor Macan Tutul yang dipercaya memimpin seluruh penghuni hutan. Ia dikenal sebagai penguasa yang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan hutan tetap berjalan, pembangunan terus bergerak, dan rakyat rimba tidak kehilangan arah.

Namun suatu ketika, seekor Gajah besar datang ke hutan. Kedatangannya membuat suasana berubah. Gonggongan terdengar dari berbagai sudut. Para Anjing yang selama ini dikenal paling dekat dengan Macan Tutul mendadak mengambil jarak. Sebagian bahkan berubah menjadi komentator dadakan, seolah memiliki akses ke seluruh isi kepala sang Macan.

Ada yang berteriak bahwa Macan Tutul pasti terlibat. Ada yang membuat kesimpulan sebelum fakta selesai berbicara. Ada pula yang tiba-tiba merasa menjadi ahli hukum, ahli politik, sekaligus ahli membaca gerak-gerik ekor Macan Tutul.

Hutan pun gaduh. Media rimba ramai. Para Anjing berlomba menunjukkan siapa yang paling cepat menggonggong dan siapa yang paling pandai membuat dugaan terdengar seperti kebenaran.

Padahal dalam filsafat ilmu, dugaan tetaplah dugaan sampai dibuktikan. Opini bukan fakta, kegaduhan bukan kebenaran, dan kedekatan dengan penguasa tidak otomatis menjadikan seseorang pemilik pengetahuan tentang seluruh persoalan.

Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Macan Tutul ternyata masih berjalan. Ia tetap menjalankan tugasnya, sementara hutan perlahan kembali tenang.

Anjing-Anjing yang sebelumnya berlari menjauh mulai kembali mendekat. Ekor yang dahulu tertunduk mulai bergoyang lagi. Gonggongan berubah menjadi sapaan.

“Kawan!”

Begitulah politik hutan bekerja. Ketika Macan Tutul terlihat terpojok, banyak yang tiba-tiba menjadi jaksa moral. Tetapi ketika keadaan kembali aman, sebagian yang sama mendadak menjadi sahabat lama.

Macan Tutul rupanya belajar satu hal penting: tidak semua yang duduk di dekatnya adalah kawan, dan tidak semua yang menjauh adalah musuh.

Karena itu, pintu kedekatan mulai dipersempit. Tidak semua Anjing bisa masuk. Tidak semua nomor bisa berdering. Tidak semua gonggongan mendapatkan respons. Hanya mereka yang dipercaya yang masih bisa mendekat.

Sementara Macan Tutul memilih cara yang lebih sederhana: bekerja.

Ia membangun hutan, memperbaiki jalan, mengurus sumber air, dan memikirkan masa depan para penghuni rimba. Ia tampaknya memahami bahwa ukuran seorang pemimpin bukanlah berapa banyak Anjing yang mengelilinginya, melainkan seberapa banyak perubahan nyata yang dirasakan rakyatnya.

Sedangkan para Anjing?

Mereka mulai mencari jalan baru untuk mendekat.

Ada yang membawa kabar. Ada yang membawa pujian. Ada pula yang tiba-tiba menemukan bakat lama: menggonggong dengan nada yang sangat sopan.

Barangkali inilah hukum alam kekuasaan yang paling sederhana: ketika kursi terlihat kokoh, banyak yang ingin duduk di sampingnya; ketika kursi diguncang, banyak yang pura-pura tidak pernah mengenalnya.

Tetapi Macan Tutul kini tampaknya lebih selektif.

Ia tidak lagi membutuhkan kawanan yang datang karena takut kehilangan akses. Ia membutuhkan kawan yang tetap berdiri ketika Gajah datang, bukan Anjing yang berlari paling cepat lalu kembali ketika keadaan sudah tenang.

Sebab dalam politik, kesetiaan yang lahir dari kepentingan hanyalah transaksi. Persahabatan yang lahir dari kekuasaan hanyalah sementara. Dan pujian yang muncul karena akses biasanya akan hilang ketika pintu ditutup.

Maka, hutan akhirnya belajar sebuah filsafat sederhana:

Jangan menilai kawan dari seberapa dekat ia ketika kita berkuasa. Nilailah dari keberaniannya ketika kita sedang dipertanyakan.

Sebab Anjing bisa menggonggong kepada Macan karena mengira dirinya kuat. Tetapi ketika Macan berhenti membuka pintu, barulah Anjing sadar bahwa selama ini yang membuatnya merasa penting bukan keberaniannya, melainkan aksesnya.

Dan di hutan kekuasaan, kehilangan akses kadang lebih menyakitkan daripada kehilangan tulang.

 

(Zakar)

Berita Lainnya

Tags: , ,

Update News

Ketika Gajah Datang, Anjing Menggonggong; Ketika Hutan Tenang, Mereka Kembali Menjilat  

Siber24jam.com – Di sebuah hutan yang konon sedang membangun peradaban, hiduplah seekor Macan Tutul yang...

Wabup Jaro Ade Cek Langsung Pelayanan RSUD Ciawi

CIAWI, Siber24jam.com – Wakil Bupati Bogor Jaro Ade turun langsung meninjau pelayanan di RSUD DR...

KPK Sita Rp1,5 Miliar, Diduga Hasil Potongan Insentif Pegawai Bappenda Bogor

BOGOR, Siber24jam.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sekitar Rp1,5 miliar dalam penyidikan dugaan...

Rudy Susmanto Targetkan 13–14 Ribu RTLH Diperbaiki pada 2026

CIBINONG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan sekitar 13 hingga 14 ribu rumah tidak...