Update

Tuasiah Pengajian Al Ikhbar PWI Kabupaten Bogor: KH Achmada Yaudin Sogir Mengupas Bahaya Tamak dan Rakus Menurut Ulama Nawawi Al-Banteni

Siber24jam.com – Pada Senin, 22 Juli 2024, PWI Kabupaten Bogor menggelar siaran tausiah pengajian Al Ikhbar yang diisi oleh KH Achmada Yaudin Sogir. Tausiah yang berlangsung setiap Senin dan Kamis ini mengambil tema penting tentang sifat tamak dan rakus serta tidak merasa cukup, yang diulas menurut pandangan ulama terkenal Nawawi Al-Banteni.

 

Dalam ceramahnya, KH Achmada Yaudin Sogir menyampaikan bahwa sifat tamak dan rakus adalah penyakit hati yang bisa merusak keimanan seseorang. Beliau menjelaskan bahwa orang yang tamak tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan selalu merasa ingin memiliki lebih banyak, tanpa memikirkan dampak negatif dari keinginannya tersebut.

KH Achmada Yaudin Sogir mengutip perkataan Nawawi Al-Banteni yang menyatakan, “Sifat tamak dan rakus adalah sumber dari segala keburukan. Ketika seseorang tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah, ia akan terjerumus ke dalam perbuatan yang haram dan melanggar aturan agama.”

 

Beliau juga memperkuat tausiah dengan menyampaikan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, “Seandainya anak Adam memiliki satu lembah berisi emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah, dan tidak ada yang dapat memenuhi mulut anak Adam selain tanah (kematian). Dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Selain itu, KH Achmada Yaudin Sogir mengutip ayat Al-Qur’an yang memperingatkan umat manusia tentang bahaya tamak dan rakus, yaitu dalam Surah At-Takatsur ayat 1-2: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”

 

Beliau juga menyebut pendapat ulama lainnya, seperti Imam Al-Ghazali, yang mengatakan bahwa tamak adalah pintu gerbang menuju dosa besar. Menurut Al-Ghazali, orang yang tamak akan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya, yang pada akhirnya akan menjerumuskan mereka ke dalam api neraka. “Tamak adalah penyakit hati yang memakan amal baik sebagaimana api memakan kayu bakar,” ujar Al-Ghazali.

 

KH Achmada Yaudin Sogir juga menambahkan bahwa ganjaran bagi mereka yang bersikap tamak dan rakus adalah neraka. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tamak, maka ia meninggal dalam keadaan terhina, dan tempatnya adalah neraka.” (HR. Ahmad).

 

Dengan mengutip berbagai sumber, baik dari hadits maupun ayat Al-Qur’an, KH Achmada Yaudin Sogir mengajak jamaah untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Beliau mengingatkan bahwa rezeki yang telah ditentukan oleh Allah tidak akan berkurang atau bertambah dengan keinginan manusia yang tamak. Oleh karena itu, umat Islam harus selalu merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang dimiliki.

 

Editor : Zakar

Berita Lainnya

Update News

Di Balik Kemegahan Masjid Agung Baitul Faizin, Jangan Abaikan Kesucian yang Menentukan Sahnya Ibadah

Tajuk Redaksi Siber24jam.com & Liputan08.com Minggu 5 Juli 2026 Oleh: Zakar Masjid Agung Baitul Faizin...

Terima Kasih Bupati Bogor Rudy Susmanto, Car Free Day Hidupkan Kembali Kejayaan UMKM di Jalan Tegar Beriman

TAJUK REDAKSI Siber24jam.com & Liputan08.com Minggu, 5 Juli 2026 Penulis: Zakar Keputusan Bupati Kabupaten Bogor...

Pengajian Jurnalis Al Qlam, KH Achmad Yaudin Sogir: Kesucian Saat Buang Air Menentukan Sahnya Ibadah

CIBINONG Siber24jam.com – Pengajian rutin para jurnalis yang tergabung dalam Al Qlam kembali digelar di...

Kejagung Sita Lamborghini, Fortuner, Camry, Emas 8 Kg, Puluhan Dump Truck dan Excavator Milik Tersangka Aseng

Siber24jam.com,  JAKARTA – Tim Penyidik Kejaksaan Agung menyita sejumlah aset milik tersangka SDT alias Aseng...