Update

Komisi I DPRD Bogor Buka Pendampingan Gratis, Ratusan Apotek dan Klinik Terbantu Urus Izin Operasional

Siber24jam.com, BOGOR – Komisi I DPRD Kabupaten Bogor berkomitmen membantu para pelaku usaha apotek dan klinik yang mengalami kendala dalam proses perpanjangan Izin Operasional (IJOP), khususnya yang berkaitan dengan sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS).

Langkah tersebut dilakukan setelah Komisi I DPRD Kabupaten Bogor menerima berbagai pengaduan dari pemilik apotek dan klinik yang mengaku mengalami kesulitan dalam memenuhi persyaratan administrasi untuk memperpanjang izin operasional dari Dinas Kesehatan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, mengatakan pihaknya bersama mitra kerja, di antaranya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta instansi terkait lainnya akan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh pelaku usaha apotek dan klinik di Kabupaten Bogor.

“Komisi I DPRD Kabupaten Bogor menerima banyak pengaduan dari para pemilik apotek dan klinik terkait kendala perpanjangan IJOP melalui sistem OSS. Karena itu, kami akan turun langsung memberikan pendampingan agar proses perizinan dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, terdapat beberapa tahapan yang harus dipenuhi pelaku usaha sebelum izin operasional dapat diterbitkan atau diperpanjang. Salah satu dokumen penting yang menjadi dasar dalam proses tersebut adalah Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“Komisi I akan memberikan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha. Bahkan kami menyiapkan tenaga konsultan secara gratis agar mereka mendapatkan pemahaman yang benar dan proses pengurusan izin tidak lagi menjadi hambatan,” tegasnya.

KH Achmad Yaudin Sogir menjelaskan, keberadaan apotek dan klinik sangat penting dalam menunjang pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor. Saat ini tercatat terdapat lebih dari 500 apotek dan sekitar 130 klinik yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor.

“Keberadaan apotek dan klinik sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan kemudahan dan kepastian dalam proses perizinan, tanpa mengabaikan aturan yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kewajiban memiliki SLF tidak hanya berlaku bagi bangunan apotek dan klinik. Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), seluruh bangunan gedung wajib memenuhi persyaratan tersebut, termasuk bangunan milik pemerintah.

“Sesuai ketentuan Permen PUPR, SLF bukan hanya untuk klinik atau apotek, tetapi berlaku untuk seluruh bangunan gedung, termasuk fasilitas pemerintah seperti puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor. Karena itu perlu ada pemahaman yang sama agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat,” jelasnya.

Komisi I DPRD Kabupaten Bogor berharap melalui sosialisasi dan pendampingan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, para pelaku usaha kesehatan dapat lebih mudah memenuhi seluruh persyaratan perizinan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan sesuai regulasi.

 

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG Diusut, Kejagung Periksa 6 Saksi dari BGN hingga SPPG

Siber24jam.com, JAKARTA — Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana...

Tawuran Pelajar Merebak, Guru dan Orang Tua Jangan Lepas Pengawasan Setelah Jam Sekolah

BOGOR Siber24jam.com – Dugaan aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi di wilayah kapling DDN jl pajeleran...

Karnaval HUT ke-81 RI di RW 15 Telaga Murni Meriah, RT 05 Raih Juara Pertama

Siber24jam.comTELAGA MURNI — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah...

Felicity, Sangdipa dan Mangunharjo Hills Kompak Usulkan RT Baru, Warga: Pelayanan Kependudukan Lebih Mudah

Siber24j.com, SEMARANG — Warga tiga kawasan perumahan di wilayah RW 01, Kelurahan Mangunharjo, Semarang, mendorong...