Update

Tausiah Pengajian Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor: Tanggung Jawab Pemimpin Korup di Akhirat

Cibinong, Kabupaten Bogor, Siber24jam.com – Senin, 29 Juli 2024 sa Pengajian Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor mengadakan siaran tausiah bertema “Tanggung Jawab Pemimpin yang Korup dan Zalim di Akhirat” yang disampaikan oleh KH. Achmad Yaudin Sogir. Acara ini berlangsung di Jal Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.

 

Dalam tausiah tersebut, KH. Achmad Yaudin Sogir menjelaskan betapa beratnya tanggung jawab bagi seorang pemimpin yang tidak adil dan korup. Beliau mengutip beberapa hadis dan pandangan ulama terkait topik ini, yang memberikan gambaran jelas tentang konsekuensi di akhirat bagi mereka yang menyalahgunakan wewenang mereka.

Salah satu hadis yang dibacakan adalah hadis dari Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

**”مَنْ وَلِيَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ شَيْئًا فَخَانَهُمْ فَهُوَ عَلَيْهِ شَاهِدٌ”**

“Barang siapa yang diangkat sebagai pemimpin oleh Allah, lalu dia tidak memperhatikan amanah tersebut, maka dia akan bertanggung jawab di hadapan Allah pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Selain itu, KH. Achmad Yaudin Sogir juga mengutip hadis lain dari Nabi Muhammad SAW:

**”إِنَّ أَمَانَةَ الْخُلَفَاءِ وَالْحُكَّامِ إِذَا أَفْسَدُوا لَمْ يَكُنْ لَهُمْ مَنْصِفٌ”** “Sesungguhnya amanah para khalifah dan penguasa, jika mereka melakukan kerusakan, tidak akan adayang membela mereka.”* (HR. Abu Dawood).

 

KH. Achmad Yaudin Sogir mengacu pada kitab kuning yang menguraikan tanggung jawab pemimpin, seperti kitab “Nihayat al-Muhtaj” oleh al-Sharbini yang menjelaskan tentang hak-hak rakyat dan kewajiban pemimpin dalam Islam. Beliau menegaskan bahwa pemimpin yang berlaku zalim dan korup akan menerima hukuman yang berat di akhirat, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab klasik.

 

Sebagai tambahan, KH. Achmad Yaudin Sogir mengutip pendapat Imam al-Ghazali dalam kitab “Ihya’ Ulum al-Din”yang menyatakan, “Kepemimpinan adalah amanah yang sangat berat. Pemimpin yang tidak amanah akan mengalami siksaan yang pedih di akhirat, karena mereka telah menyia-nyiakan hak-hak rakyat dan merugikan umat.”

 

KH. Achmad Yaudin Sogir juga mengutip pendapat dari Nawawi al-Bantani dalam kitab “Nihayat al-Zain” yang menegaskan, “Pemimpin yang tidak memenuhi hak-hak rakyat dan melakukan kezaliman akan mendapatkan balasan yang sangat berat di akhirat. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap tindakan yang mereka ambil dan setiap hak yang mereka abaikan.

 

Dengan tausiah ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami pentingnya integritas dan keadilan dalam kepemimpinan serta menghindari perbuatan yang dapat merugikan rakyat dan negara. Acara ini diakhiri dengan doa bersama agar Allah SWT memberikan petunjuk kepada setiap pemimpin untuk menjalankan amanah dengan adil dan penuh tanggung jawab.

Berita Lainnya

Update News

Sekda Ajat Rochmat Jatnika Berangkatkan Jamaah Haji Bogor, Tekankan Fisik Prima di Tanah Suci

CIBINONG Siber24jam.com — Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji Kloter 07 JKS...

Kolaborasi Strategis antara Media Siber dan Organisasi Kepemudaan dalam Membangun Kemandirian Sosial dan Ketahanan Informasi Publik

CIBINONG, Bogor Siber24jam.com — Upaya memperkuat persatuan, kemandirian, serta kepedulian sosial terus digelorakan melalui kolaborasi...

Isu Tambang Ilegal di ANTAM Pongkor Disorot, Perusahaan Pastikan Investigasi dan Penindakan

Bogor Siber24jam.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menegaskan komitmennya dalam memberantas aktivitas tambang ilegal...

Sekda Ajat Tegaskan Pola Kerja “Tektokan” untuk Wujudkan KDKMP di Bogor

CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempercepat realisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...