Update

Unjuk Rasa Mahasiswa PMII Bogor Tolak Kenikan BBM dan Minta Berantas Mafia Minyak Goreng

Mahasiswa PMII BogorUnjuk Rasa Mahasiswa PMII Bogor Tolak Kenikan BBM dan Minta Berantas Mafia Minyak Goreng.(foto: Muzakkir)

Siber24jam.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Bupati Bogor, Rabu (13/4/2022).

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam cabang PMII Kabupaten Bogor itu tiba di komplek perkantoran Pemkab Bogor pukul 15:00 WIB.

Para mahasiswa PMII itu menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya menolak kenaikan BBM, menolak kenaikan PPN, menolak kenaikan harga minyak goreng.

BACA JUGA: Twibbon Harlah PMII ke-62, Unggah di Medsos 17 April 2022

Mereka juga menuntut Bupati Bogor agar mengusut mafia minyak di wilayahnya serta mendesak agar Bupati Bogor menstabilkan harga bahan pokok dan mendesak Bupati Bogor menegevaluasi kinerja dinasnya yang lemah.

“Kenaikan harga pertamax, kenaikan PPN, adanya PPN untuk sembako, biaya pendidikan dan kesehatan serta rencana mencabut subsidi 15,2 juta pelanggan PLN sangat kontra produktif dengan rencana pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” kata Ketua PC PMII Kabupaten Bogor Miptahudin.

Kenikan di atas tentu saja menimbulkan effect price inflation atau membawa dampak kenaikan harga-harga komoditi lainnya, terutama sembako yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

BACA JUGA: Jalur Mudik Cukuhbalak Tanggamus Lampung Cukup Parah, Ini Jalur Alternatif Yang Bisa Ditempuh

Ia juga menilai kenaikan PPN tidak adil, karena pajak perusahaan turun hingga 22 persen dari 25 persen sedang konsumsi masyarakat dinaikkan 11 persen.

“Kebijakan tersebut tentu saja hanya menguntungkan pengusaha dan sangat tidak memenuhi unsur keadilan,” tegasnya.

Para anggota PC PMII Kabupaten Bogor itu juga meminta agar Bupati Bogor tidak diam dan mengusut adanya dugaan mafia minyak goreng.

BACA JUGA: Polres Bogor Salurkan Bantuan Tunai Pada 5.873 PKL, Warung, dan Nelayan

“Kebijakan penyaluran minyak goreng melalui program bantuan pangan non tunai, kami anggap tidak membantu sama sekali. Karena masalah utamanya ialah aksi para mafia minyak goreng yang tidak tercounter oleh pemerintah,” terangnya.***

Penulis: Muzakkir

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Update News

Menghubungkan Hati Melalui Pena: Kemitraan Pers Indonesia dan Maroko dalam Mengukir Peradaban Bersama

Jakarta Siber24jam.com – Di balik setiap baris berita yang kita baca, ada dedikasi tak terhingga...

Rudy Susmanto Perkuat Agribisnis Hortikultura, Buah Lokal Bogor Dibidik Tembus Pasar Global

CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak...

Di KTT BRICS 2026, Prabowo Dorong Kemandirian Nasional dan Ketahanan Strategis Indonesia

NEW DELHI, Siber24jam.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun ketahanan nasional dan...

Pemkab Bogor Hadirkan Ruang Ramah Anak Lewat Mendengar Mendongeng di Taman Siliwangi

CIBINONG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk...