JAKARTA, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama TNI Angkatan Darat memperkuat sinergi dalam penanganan...
JAKARTA, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama TNI Angkatan Darat memperkuat sinergi dalam penanganan persoalan sampah dan antisipasi dampak musim kemarau melalui rapat koordinasi yang digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menghadiri rapat tersebut didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Rizal Dwijayanto, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Gubernur Jawa Barat. Pertemuan membahas langkah strategis penanganan sampah di wilayah Jawa Barat sekaligus upaya mitigasi potensi kekeringan yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau tahun ini.
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa selain persoalan sampah, rapat juga membahas potensi kekeringan yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat.
Menurut Ajat, berdasarkan paparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Kabupaten Bogor diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Karena itu, langkah-langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami krisis air.
“Dalam pertemuan hari ini juga dibahas potensi kekeringan yang diperkirakan akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Berdasarkan paparan BMKG, puncak musim kemarau di Kabupaten Bogor diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September,” ujar Ajat.
Ia menambahkan, diperlukan kesiapsiagaan seluruh pihak untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap masyarakat. Dalam hal ini, TNI Angkatan Darat akan turut berperan aktif mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekeringan di berbagai daerah.
Ajat mengungkapkan, KSAD menitipkan tiga agenda penting yang menjadi perhatian bersama di Kabupaten Bogor, yakni penanganan sampah, antisipasi kekeringan, serta penguatan sinergi dalam pembangunan Jembatan Rawayan.
“KSAD menitipkan tiga agenda penting yang perlu menjadi perhatian bersama di Kabupaten Bogor, yaitu penanganan sampah, antisipasi kekeringan, dan sinergitas pembangunan Jembatan Rawayan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Rizal Dwijayanto, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari konsolidasi antara TNI AD dan pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan sampah di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Menurut Rizal, Kabupaten Bogor sebelumnya telah menjalin komunikasi dan pembahasan dengan Mabesad terkait rencana kerja sama pengelolaan sampah di kawasan Galuga.
“Untuk Kabupaten Bogor sendiri, sebelumnya telah dilakukan pembahasan antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Mabes Angkatan Darat terkait kerja sama pengelolaan sampah di Galuga. Dalam program tersebut terdapat dua skema pengolahan, yaitu PSEL yang menghasilkan energi listrik serta PISOL yang nantinya menghasilkan bahan bakar solar,” kata Rizal.
Ia menegaskan, sesuai arahan KSAD, TNI Angkatan Darat akan berperan sebagai penghubung dan fasilitator guna mendukung terjalinnya kerja sama antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait dalam merealisasikan program pengolahan sampah tersebut.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan TNI Angkatan Darat, diharapkan berbagai tantangan daerah, mulai dari pengelolaan sampah, antisipasi kekeringan, hingga pembangunan infrastruktur strategis dapat ditangani secara lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.
Berita Lainnya
Tags: Sekda Ajat: Pemkab Bogor dan TNI AD Perkuat Sinergi Tangani Sampah dan Antisipasi Kekeringan
















