Siber24jam.com CIBINONG, BOGOR — Pengajian Al Qalam, sebuah majelis keilmuan dan pembinaan spiritual bagi kalangan...
Jakarta, Siber24jam.com — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun, menegaskan bahwa ajang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024 akan tetap berlangsung sesuai rencana meskipun dengan beberapa perubahan. Hendry mengumumkan bahwa ajang ini kemungkinan besar akan kembali digabungkan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang akan diselenggarakan pada Februari mendatang. Hal tersebut diungkapkan Hendry dalam rapat pada Sabtu, 12 Oktober 2024. “Lomba tetap berjalan, namun kemungkinan akan digabungkan lagi dengan HPN 2025,” ujarnya.
Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024 terbuka untuk semua wartawan Indonesia yang menerbitkan karyanya di media massa nasional antara 1 Januari hingga 31 Desember 2024. Terdapat lima kategori utama yang dilombakan: Jurnalistik Media Cetak, Jurnalistik Media Daring/Siber, Jurnalistik Media Video, Jurnalistik Media Audio, dan Jurnalistik Foto.

Tahun ini, ajang ini menghadirkan sesuatu yang istimewa dengan menambahkan kategori penghargaan khusus bagi pers kampus. Langkah ini diambil untuk menyemarakkan gairah jurnalisme di lingkungan kampus serta mendorong minat Generasi Milenial dan Generasi Z terhadap jurnalisme dan isu-isu sosial di sekitar mereka.
Selain itu, PWI juga membuka kesempatan bagi jurnalisme warga (citizen journalism) melalui karya-karya yang diunggah di media sosial. Kategori ini akan memperebutkan Penghargaan Khusus dan hadiah uang tunai. “Agar gaung Anugerah Adinegoro lebih relevan dengan tren, kami memberikan penghargaan untuk pers kampus dan jurnalisme warga,” ujar Hendry.
Tema utama Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini adalah “Pers dan Demokrasi”, sementara untuk pers kampus dan jurnalisme warga mengusung tema “Gen Z Peduli Jadi Warga Dunia”. Karya jurnalistik dapat dikirimkan mulai 1 Agustus hingga 31 Desember 2024 melalui laman resmi PWI di https://s.id/ADINEGORO2024. Pemenang akan diumumkan pada pertengahan Januari 2025.
Dalam pelaksanaannya, setiap karya jurnalistik yang dikirimkan harus memenuhi kriteria Investigasi, Kolaborasi, dan Inovasi. Karya yang dipertandingkan diharapkan dapat menghadirkan investigasi mendalam, kolaborasi lintas media atau lembaga, serta inovasi dalam penyajian maupun metode penelusuran isu.
Dengan adanya kolaborasi dan inovasi, karya-karya tersebut dapat menggabungkan berbagai upaya dari jurnalis, akademisi, atau organisasi non-profit untuk mengungkap fakta-fakta yang signifikan secara sosial. Inovasi bisa berupa penggunaan teknologi data canggih, platform interaktif, atau teknik penceritaan baru yang meningkatkan pengalaman audiens terhadap isu yang dibahas.
Anugerah Jurnalistik Adinegoro telah menjadi ikon penghargaan prestisius di dunia jurnalisme Indonesia, dan tahun ini PWI berkomitmen untuk terus mendorong kualitas jurnalistik nasional ke tingkat yang lebih tinggi.











