Update

Jaksa Agung Sampaikan Pentingnya Transparansi dalam Seleksi Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK

Jakarta, Siber24jam.com –  12 Juni 2024 – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengadakan audiensi dengan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2024-2029. Pertemuan yang berlangsung di Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung ini bertujuan membahas koordinasi dan memberikan masukan terkait proses seleksi.

 

Pansel Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2020, terdiri dari lima anggota pemerintah dan empat unsur masyarakat. Ketua Pansel, Dr. Muhammad Yusuf Ateh, Ak., M.B.A, Kepala BPKP, memimpin tim yang mencakup berbagai kalangan.

 

Dalam pertemuan tersebut, Jaksa Agung menekankan tiga hal penting terkait proses pembentukan dan komposisi Pansel:

1. **Keterlambatan Pembentukan Pansel**: Dibandingkan periode sebelumnya pada 2019, pembentukan Pansel kali ini mengalami keterlambatan, yang bisa mempengaruhi waktu penjaringan dan partisipasi masyarakat.

2. **Beban Kerja yang Lebih Berat**: Tahun ini, Pansel harus menyeleksi tidak hanya lima Komisioner KPK, tetapi juga lima anggota Dewan Pengawas KPK.

3. **Komposisi Pansel**: Terdiri dari lima orang dari kalangan pemerintah dan empat dari unsur masyarakat, dengan penekanan pada keterbukaan dan partisipasi masyarakat untuk mencegah ketidaknetralan.

 

Jaksa Agung Burhanuddin menegaskan bahwa Pansel harus melaksanakan tugas dengan transparansi, partisipatif, objektif, dan akuntabel untuk menghasilkan keputusan yang kredibel. Beberapa poin penting yang disampaikan untuk dijalankan Pansel adalah:

1. **Transparansi dan Akuntabilitas**: Setiap tahapan seleksi harus disampaikan kepada masyarakat.

2. **Partisipasi Bermakna**: Masyarakat harus dapat memberikan tanggapan atas kinerja Pansel.

3. **Integritas sebagai Indikator Utama**: Uji integritas calon harus mencakup kepatuhan terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

4. **Penelusuran Rekam Jejak**: Kandidat harus ditelusuri secara menyeluruh, termasuk aspek hukum dan etika, serta potensi afiliasi politik.

5. **Proaktif dalam Pencarian Kandidat**: Pansel harus mengajak figur-figur berintegritas, kompeten, dan independen untuk mendaftar.

 

Jaksa Agung berharap Pansel dapat menjalankan tugas dengan baik dan menghasilkan pimpinan serta pengawas KPK yang kredibel dan berintegritas. Audiensi ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi Kejaksaan Agung dan seluruh anggota Panitia Seleksi.

Berita Lainnya

Update News

Bupati Rudy Susmanto Tegaskan Galuga Harus Tuntas, Satgas Lintas Sektor Dibentuk

  Siber24jam.com, CIBINONG — Bupati Bogor Rudy Susmanto mengambil langkah cepat untuk menuntaskan kebakaran di...

Dugaan Proyek Rp57 Miliar Disorot, FORMMASI Desak Kejagung Telusuri Kontrak hingga Aliran Uang

JAKARTA — Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) kembali menggelar aksi demonstrasi di...

Pinjaman Lampung Rp1 Triliun Disorot, FORMMASI Minta Kejagung Periksa dari Hulu ke Hilir

JAKARTA Siber24jam.com — Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) menggelar aksi demonstrasi di...

Pemerintah Pusat Tinjau Langsung Kondisi Terkini TPA Galuga, Cek Kesiapan Groundbreaking PSEL

Cibungbulang Siber24jam.com – Pemerintah Pusat dalam hal ini Tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan...