CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terus memperkuat tata kelola perizinan sebagai langkah strategis...
Bogor, Siber24jam.com – Rike Iskandar, yang dikenal sebagai “Bupati Edan” (Energetic, Dedikasi, Aksi, Nyata), sedang mencalonkan diri sebagai Bupati Kabupaten Bogor. Untuk mengukur keseriusannya dan kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan di Kabupaten Bogor, masyarakat menitipkan ke Siber24jam beberapa pertanyaan penting. Berikut adalah pandangan dan rencana Iskandar dalam mencalonkan diri sebagai Bupati Kabupaten Bogor.
Komitmen dan Dukungan Partai
“Memang itu menjadi PR yang sangat penting. Pendidikan formal tetap akan kita dorong, tetapi yang lebih penting lagi adalah pendidikan informal. Sebab, di masa depan yang dibutuhkan adalah skill kemampuan untuk bertahan hidup. Itu yang akan kita programkan hingga masing-masing individu mempunyai kemampuan untuk meningkatkan pengetahuannya tentang ekonomi dan kemampuan yang mendukung mata pencarian,” ungkap Iskandar.

Iskandar menekankan pentingnya pendidikan, baik formal maupun informal, untuk mengatasi kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Bogor, dengan 8 persen dari total penduduk 5,6 juta jiwa masih berada di bawah garis kemiskinan. Rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bogor juga masih rendah, yakni hanya 7,8 tahun atau belum lulus SMP. Iskandar berkomitmen untuk mengelola dana BOS dan bantuan siswa miskin dengan benar tanpa penyelewengan.
“Indikator yang sangat nyata bagi masyarakat yang masih rendah pengetahuannya adalah ketika masih banyak lingkungan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Bagaimana seorang individu bisa dikatakan bisa keluar dari kemiskinan maupun kebodohan sebab akibat dari buang sampah akan menimbulkan dampak luar biasa bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, dan negara. Itu sebetulnya indikatornya,” jelas Iskandar.
Infrastruktur sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Iskandar juga menyoroti pentingnya infrastruktur yang baik dan terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. “Infrastruktur yang baik dan terintegrasi maka ekonomi berjalan. Sebetulnya untuk meningkatkan ekonomi di masyarakat, perbaiki infrastrukturnya maka ekonomi berjalan. Contoh seperti jalan Pakansari, bisa kita lihat saat ini ekonomi rakyat UMKM, masyarakat kecil, penjual keliling, di situ bisa hidup,” kata Iskandar.
Terkait dengan jalan Bojong Kemang yang belum selesai, Iskandar menjelaskan bahwa ada banyak keluhan dari beberapa LSM dan ormas karena adanya banyak konflik kepentingan. “Jalan Bojong Kemang itu banyak keluhan dari beberapa LSM dan ormas karena ada banyak konflik kepentingan. Selagi itu bisa meningkatkan mobilitas ekonomi masyarakat, apalagi itu nanti kedepan nyambung dengan Kabupaten Tangerang dan ada jalan tol, itu juga menjadi skala prioritas saya nantinya,” tambahnya.
Pengalaman dan Strategi Politik
Rike Iskandar memiliki latar belakang yang kaya dalam organisasi dan pendidikan, serta pengalaman sebagai pengusaha. Beliau pernah aktif di KADIN, mengajar sebagai dosen, dan mendirikan beberapa perusahaan. Namun, mengenai dukungan partai, saat ini masih dalam tahap lobi-lobi politik.
“Untuk partai pendukung, saya kira masih cair ya sampai Juni, bahkan Juli masih cair. Lobi-lobi politik oleh tim terus dilakukan,” tutup Iskandar.
Dengan visi yang jelas untuk meningkatkan pendidikan, mengatasi kemiskinan, dan memperbaiki infrastruktur, Rike Iskandar menawarkan program yang konkret dan aksi nyata untuk membawa Kabupaten Bogor ke arah yang lebih baik.











