JAKARTA, Siber24jam.com — Kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pemerintah...
Bogor, Siber24jam.com – Situs Pasir Awi dikenal oleh masyarakat di Desa Pabuaran, Kecamatan, Sukamakmur, Kabupaten Bogor sebagai situs Batu Tapak. Batu yang berada di lereng perbukitan Cipamingkis berada pada ketinggian 559 meter diatas permukaan laut.
Batu tersebut meninggalkan jejak sepasang tapak kaki serta ukiran yang konon dianggap sebagai milik Sri Purnawarman raja dari Kerajaan Tarumanegara.
Diceritakan Usman salah seorang warga setempat, dahulu kawasan perbukitan tersebut merupakan hutan lebat yang sangat jarang penduduknya.
Usman yang kini berusia 36 tahun itu menuturkan, di batu tapak pernah ada sebuah pohon Angsana yang sangat besar. Suatu ketika, pohon tersebut mendadak terbelah menjadi empat bagian seperti dipotong rapih.
“Besar banget pohon Angsananya ga bisa ditangkep sebesar saung ini mungkin,” kata Usman yang sulit menggambarkan betapa besarnya pohon Angsana tersebut sambil menunjukan saung yang diduduki.
Anehnya, pohon Angsana tersebut sejatinya jatuh mengenai Batu Tapak, namun yang terjadi tak sedikitpun pohon Angsana yang terbelah empat itu menggores Batu Tapak.
Cerita tersebut menjadi keanehan yang tersimpan pada masyarakat di Desa Pabuaran dan sekitarnya. Hingga kini batu yang artinya masih belum bisa terbaca secara pasti terpelihara dengan baik.
Seperti diketahui, prasasti yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten ini tercatat ditemukan oleh orang Belanda yang telah melakukan inventarisasi peninggalan purbakala di pulau Jawa pada tahun 1864.
Penulis : Zarkasih
Berita Lainnya
Tags: AY, Banten, bogor, Camat, HUT, Kabupaten Bogor, masyarakat, MU, PAN, rusia, Sukamakmur











