Update

Proyek Penampungan Air Rp1.3 M di Kabupaten Tanggamus Terbengkalai

Tanggamus, Siber24jam.com – Masyarakat Desa Pampangan dan Sakapukha, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, hingga kini mengeluhkan belum mengalirnya air dari bak penampungan yang telah dibuat oleh Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus di wilayah tersebut.

Menurut keterangan Kepala Desa Pampangan, Pathulilmi, pihaknya sendiri tidak mengetahui secara pasti proyek yang ia ketahui bernilai Rp1.3 miliar tersebut. Sebab, tidak ada papan proyek yang biasanya terpampang di lokasi proyek yang tengah dikerjakan.

“Yang saya tahu pelaksana proyek tersebut bernama Anton dan Dayat, saya tidak tau nama perusahaan pemborong proyeknya, papan proyek juga waktu pengerjaannya tidak ada. Saya dengar nilai proyeknya Rp1.3 miliar,” terang Pathulilmi kepada siber24jam.com, Rabu (25/05/2022).

Selain itu, Kepala Desa setempat juga mengungkapkan kekecewaannya karena proyek tersebut menyisakan banyak persoalan.

Salah satunya adalah banyak warga lokal yang ikut bekerja namun hingga hari ini tidak ada pembayaran kepada para pekerja.

Bukan hanya itu, ia pun mengaku beberapa pihak bahkan menanyakan soal pembayaran material bangunan yang juga hingga kini belum terbayarkan oleh pemborong yang mengerjakan proyek pengerjaan pembangunan bak penampungan air.

“Yang saya kecewa banyak warga saya yang menjadi pekerja di proyek tidak dibayar, dan banyak material bangunannya juga menyisakan hutang, mereka gak ngerti mau minta bayaran kesiapa pemborongnya tidak bertanggungjawab,” keluh Fathulilmi.

Lebih besar lagi, harapan warga dua desa yang semestinya bisa menikmati aliran air lantaran adanya bak penampungan pun kandas karena belum ada kejelasan kapan air bisa dialirkan ke rumah-rumah warga.

Terpisah, dihubungi media ini, PPTK pada Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus, Atria, mengaku tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh mengenai adanya persoalan proyek bak penampungan yang telah dibuat di Desa Pampangan tersebut.

“Saya tidak bisa memberi keterangan lebih jauh coba hubungin Anton dan Dayat selaku pemborongnya,” katanya.

Setelah dihubungi siber24jam.com, pelaksana proyek, Anton, menuturkan, sebab belum mengalirnya air kepada rumah warga akibat adanya banjir di lokasi proyek tersebut. Aliran air sendiri tersumbat oleh material yang terbawa banjir.

“Saya selaku manajer di proyek tersebut, saat ini proyek tersebut terkena banjir sehigga mampet oleh material dan belom sempat kami perbaiki,” ungkap Anton.

Mengenai pekerja dan material yang belom di bayar, pihaknya mengakui telah membayar kepada pelaksana lapangan.

“Kami sudah membayar melalui Dayat selaku pelaksana lapangan,” terang Anton melalui sambungan telepon.

Sementara dari informasi yang beredar di masyarakat mengenai proyek tersebut milik Bambang Kurniawan suami dari Bupati Tanggamus Dewi Handajani, Anton menepis tudingan tersebut. Ia mengklarifikasi bahwa PT yang mengerjakan bukan milik suami dari Bupati Tanggamus.

Namun, Anton sendiri mengaku lupa nama PT yang mengerjakan pembuatan bak penampungan air.

“Mengenai nama PT yang memborong tersebut saya lupa nama PT nya, padahal saya selaku manajernya, yang punya PT tersebut nama pemiliknya Pak Adi. Proyek tersebut dari Dinas PUPR dengan nilai Rp. 1.3 miliar. Proyek juga tidak terkait dengannya (Bambang Kurniawan, Suami Bupati Tanggamus Dewi handayani),” tutupnya.

Pewarta : Nukman

Editor : M. Zarkasih

Tags: , , , , , , , , , , ,

WordPress Ads