Jakarta, Siber24jam.com – Kementerian Keuangan Indonesia mengumumkan hari ini, Selasa, 5 Mei 2026, bahwa perekonomian...
CIBINONG, Siber24jam.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mulai memperkuat tata kelola sistem digital dengan menggelar sosialisasi audit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Selasa (5/5).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Rapat H.R. Rasuna Said Diskominfo, Cibinong ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah serta rumah sakit umum daerah (RSUD) di lingkungan Pemkab Bogor. Sosialisasi turut menghadirkan narasumber dari Relawan TIK dan tenaga ahli di bidang teknologi informasi.
Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyampaikan bahwa pengelolaan TIK saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari pengelolaan jaringan, pusat data, hingga beragam aplikasi layanan publik yang digunakan oleh perangkat daerah.
Ia menyoroti masih adanya sistem aplikasi yang dikembangkan secara parsial dan belum terintegrasi secara optimal antarinstansi. Padahal, banyak data yang seharusnya dapat dikelola secara terhubung guna meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
“Seringkali ada ego sektoral, masing-masing merasa sistem yang dimiliki paling baik. Padahal pengolahan datanya sama dan seharusnya bisa terintegrasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah juga dihadapkan pada berbagai risiko, seperti ancaman keamanan siber, potensi kegagalan sistem, hingga persoalan integrasi data yang justru dapat menghambat pelayanan jika tidak dikelola dengan baik.
Untuk itu, audit TIK dinilai sebagai langkah krusial guna memastikan pemanfaatan teknologi berjalan efektif, aman, dan selaras dengan kebutuhan organisasi. Audit ini juga diharapkan mampu menjamin keamanan serta keandalan sistem informasi yang digunakan.
Dalam sosialisasi tersebut, Diskominfo menegaskan tiga tujuan utama audit TIK. Pertama, meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi perangkat daerah agar memenuhi standar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya dalam aspek efektivitas, efisiensi, dan keamanan.
Kedua, memperkuat pengendalian internal melalui identifikasi dini terhadap celah keamanan, kelemahan sistem, serta potensi inefisiensi anggaran, sehingga mitigasi risiko dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Ketiga, mendukung pembangunan zona integritas menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi langkah awal sebelum dilakukan audit lebih mendalam terhadap infrastruktur dan aplikasi kritikal di perangkat daerah,” jelasnya.
Ia juga mengimbau seluruh kepala perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh, bersikap terbuka, serta aktif berkolaborasi dengan tim auditor dan tenaga ahli agar proses audit berjalan optimal.
Sejumlah perangkat daerah telah ditetapkan sebagai objek audit TIK tahun ini, termasuk dinas teknis dan RSUD. Diskominfo meminta seluruh pihak terkait segera melakukan persiapan guna mendukung kelancaran pelaksanaan audit.
“Kegiatan ini pada dasarnya untuk membantu kita semua agar sistem yang dimiliki dapat berjalan maksimal, aman, terintegrasi, serta terhindar dari risiko kegagalan maupun gangguan keamanan,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Bogor berharap tercipta tata kelola TIK yang lebih baik, terintegrasi, dan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
Berita Lainnya
Tags: Diskominfo Bogor Dorong Audit TIK untuk Perkuat Keamanan dan Integrasi Layanan Publik












