Sekda Ajat Apresiasi Semangat Warga Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Bogor, Siber24jam.com – Hari terakhir Ramadan 1446 Hijriah menjadi momen unik bagi sejumlah pemuda dan mahasiswa di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Berbeda dari kebiasaan yang umumnya memilih berbuka puasa bersama (bukber) di kafe atau rumah makan, mereka justru menggelar bukber di tengah jalan rusak yang penuh lubang bak kubangan kerbau pada Minggu (30/03/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai lamban dalam menangani kerusakan infrastruktur di wilayah mereka. Pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) berharap aksi ini bisa menggugah kesadaran para pemangku kebijakan untuk segera bertindak.
“Bukber ini kami awali dengan membagikan takjil kepada pengendara motor dan mobil yang melintas. Tujuannya untuk mengingatkan para pemimpin di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat bahwa kondisi infrastruktur di Kecamatan Rumpin sangat memprihatinkan,” ujar Ibnu Sakti Mubarok, alumni HMR, dalam keterangannya, Minggu (30/03/2025) malam.
Ibnu, yang juga alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), menegaskan bahwa warga Rumpin merasa dianaktirikan karena kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Menurutnya, wilayah Rumpin selama puluhan tahun menjadi sumber kekayaan alam yang terus dieksploitasi, namun dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal sangat minim.
“Derita kami ini ganda. Pertama, sumber kekayaan alam dikuras habis. Kedua, infrastruktur, terutama jalan, sangat memprihatinkan,” kata Ibnu.
Ia berharap di bawah kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai Gubernur Jawa Barat, pembangunan di Kecamatan Rumpin bisa lebih diperhatikan.
“Kami sudah puluhan tahun diam. Tapi sekarang, sebagai generasi muda Rumpin, kami tak ingin hanya sumber daya alamnya yang dieksploitasi tanpa ada timbal balik yang sepadan bagi warga,” tegasnya.
Tak hanya mahasiswa, aksi ini juga mendapat dukungan dari warga setempat. Fahri, seorang pengendara motor yang melintas di lokasi aksi, menyatakan bahwa kondisi Jalan Sukamanah yang menjadi titik bukber memang sangat memprihatinkan.
“Jalan ini adalah akses utama warga untuk beraktivitas. Sayangnya, kondisinya sangat buruk, penuh lubang besar yang menganga di tengah badan jalan,” ujar Fahri.
Ia berharap Kang Dedi Mulyadi dapat turun langsung ke Rumpin untuk melihat kondisi infrastruktur dan lingkungan yang terus dieksploitasi akibat aktivitas pertambangan.
“Kalau beliau datang dan melihat sendiri, mungkin ada perubahan. Kami butuh pemimpin yang benar-benar peduli dengan kondisi rakyatnya,” pungkas Fahri.
Aksi damai ini diharapkan menjadi alarm bagi pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki infrastruktur di Rumpin, demi kesejahteraan masyarakat setempat.
Berita Lainnya
Tags: Sindiran Keras! Pemuda dan Mahasiswa Rumpin Bukber di Tengah Jalan Rusak

















