Update

Ekosistem Rusak Puncak Bogor Diterjang Banjir Bandang Slamet Mulyadi Desak Evaluasi Izin Wisata

Bogor, Siber24jam.com – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Slamet Mulyadi, melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait banjir bandang yang menghantam Kampung Pensiunan Pondok 10, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Minggu (2/3/2025) malam.

Menurut Slamet, bencana ini menjadi bukti nyata bahwa eksploitasi kawasan Puncak, terutama di area perkebunan teh, telah mengganggu keseimbangan ekosistem hingga menyebabkan daya serap air berkurang drastis.

“Hari kedua bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen ibadah dengan khusyuk, justru diwarnai musibah bagi warga Kampung Pensiunan Pondok 10. Mereka terpaksa menghadapi cobaan berat karena banjir bandang yang meluluhlantakkan permukiman mereka,” ujar Slamet kepada wartawan, Senin (3/3/2025).

Ia menegaskan bahwa banjir bandang ini bukan hanya akibat curah hujan tinggi, melainkan juga akibat semakin maraknya pembangunan wisata di kawasan perkebunan teh Puncak. Salah satu yang disorot adalah bangunan wisata milik Jaswita, yang menurutnya perlu dievaluasi secara menyeluruh.

“Dulu, kebun teh di Puncak masih mampu menyerap air hujan. Sekarang, akibat alih fungsi lahan yang tak terkendali, air hujan langsung mengalir deras ke pemukiman dan menyebabkan banjir bandang. Ini jelas menunjukkan bahwa ekosistem sudah terganggu,” tegasnya.

Slamet mendesak agar pemerintah segera mengevaluasi seluruh perizinan bangunan di kawasan serapan air dan mengembalikan fungsi perkebunan teh seperti sediakala.

“Cabut izin-izin bangunan yang berdiri di kawasan serapan air. Puncak harus dikembalikan seperti dulu, sebagai daerah perkebunan dan area konservasi yang bisa menyerap air hujan dengan baik,” lanjut anggota DPRD tiga periode ini.

Banjir Bandang Terjang Puncak, Seorang Warga Hilang

Banjir bandang yang terjadi di Puncak, Kabupaten Bogor, disebabkan oleh hujan deras sejak Minggu sore hingga malam. Luapan Sungai Ciliwung merusak dua jembatan dan merendam 119 rumah warga.

Bencana ini juga mengakibatkan seorang warga, Asep Mulyana (55), hilang setelah rumahnya yang berada di tepi Sungai Ciliwung terseret arus deras. Hingga malam, tim SAR dan warga masih berupaya melakukan pencarian.

Status Siaga 1 yang sempat tercatat di Bendung Katulampa menandakan potensi banjir di daerah hilir, termasuk Bogor dan Jakarta. Kejadian ini semakin menguatkan urgensi evaluasi tata kelola lingkungan di kawasan Puncak.

Berita Lainnya

Update News

Perempuan Ukraina Wajib Militer dan Proyek Diplomasi Manis: Pernyataan Elena Semerikova dan Apresiasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia

Moskow, Rusia – Aktivis kemanusiaan Elena Semerikova, pendiri dan pemimpin gerakan perdamaian internasional “Dialog Perempuan”,...

Di Hadapan Pemimpin Dunia, Macron Bicara Keras Soal Gaza: Sebuah Pemandangan yang Memalukan

NEW YORK – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato keras dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa...

Bupati Rudy Susmanto Tegas Tata Pasar Cisarua, 75 Bangunan Dibongkar Mandiri

CISARUA Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan...

Bupati Bogor Intensifkan Normalisasi Saluran Cogreg, Progres Capai 592 Meter

PARUNG Siber24jam.com – Atas arahan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Kecamatan Parung terus...