CIBINONG Siber24jam.com — Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji Kloter 07 JKS...
Siber24jam.com – Di tengah-tengah kehidupan umat Islam, terlihat fenomena yang sering kali menjadi bahan perenungan. Ketika azan dikumandangkan untuk sholat lima waktu, hanya segelintir orang yang merespon panggilan Allah dan datang ke masjid untuk menunaikan sholat berjamaah. Namun, ketika tiba perayaan Maulid Nabi dan Isra Mi’raj, masjid-masjid justru dipenuhi oleh jamaah yang berbondong-bondong hadir.
Fenomena ini menunjukkan adanya pemahaman yang mungkin belum sepenuhnya benar dalam memaknai ajaran dan sunnah Nabi Muhammad SAW. KH Achmad Yaudin Sogir, seorang ulama terkemuka, mengingatkan pentingnya mengutamakan perintah sholat yang merupakan rukun Islam kedua.
“Isra Mi’raj itu adalah peristiwa agung, di mana Rasulullah SAW menerima perintah sholat secara langsung dari Allah SWT. Ini menandakan bahwa sholat adalah ibadah yang paling utama dalam Islam,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir dalam kajian keagamaannya di Graha Cibinong.
Dalam pandangan para ulama, sholat lima waktu bukan hanya sekadar ritual, melainkan bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Pencipta-Nya. Setiap kali azan dikumandangkan, umat Islam dipanggil untuk meninggalkan sejenak urusan dunia dan mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sholat adalah tiang agama, siapa yang menegakkannya berarti ia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkannya berarti ia merobohkan agama.” (HR. Thabrani).
Namun, ironisnya, masyarakat sering kali lebih fokus pada perayaan yang sifatnya seremonial, seperti Maulid Nabi dan Isra Mi’raj, ketimbang menjalankan kewajiban yang lebih rutin seperti sholat lima waktu. KH Achmad Yaudin Sogir mengingatkan, “Memperingati Maulid Nabi dan Isra Mi’raj itu baik, tapi jangan sampai kita melupakan inti dari peristiwa tersebut. Sholat yang diperintahkan pada peristiwa Isra Mi’raj seharusnya menjadi prioritas utama kita.”
Dalam salah satu hadits Rasulullah SAW disebutkan, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab bagi seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah sholat. Jika sholatnya baik maka dia beruntung dan selamat, tetapi jika sholatnya rusak maka dia kecewa dan merugi.” (HR. Tirmidzi).
KH Achmad Yaudin Sogir menekankan pentingnya keseimbangan antara perayaan keagamaan dan konsistensi dalam menjalankan ibadah sehari-hari. “Kita sering kali lebih sibuk dengan perayaan besar, namun melupakan hal yang lebih penting yaitu kewajiban harian seperti sholat. Ingatlah, Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang perintah sholat, maka menjalankan perintah ini adalah bukti kecintaan kita kepada Nabi dan ajarannya.”
Para ulama juga menegaskan bahwa sunnah Nabi Muhammad SAW bukan hanya diikuti dalam perayaan-perayaan tertentu saja, tetapi seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sunnah yang paling utama adalah mengikuti jejak Rasulullah dalam ketaatan kepada Allah SWT, terutama dalam hal sholat. Rasulullah SAW bersabda, “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (HR. Bukhari).
Bagi masyarakat yang sering melupakan kewajiban sholat lima waktu, KH Achmad Yaudin Sogir memberikan nasihat agar umat Islam dapat lebih memperhatikan kualitas ibadah mereka. “Jadikanlah sholat sebagai prioritas utama, karena itu adalah tiang agama. Mari kita jadikan masjid tidak hanya penuh saat perayaan besar, tetapi juga saat azan sholat lima waktu dikumandangkan,” tutupnya.











