Bogor, Siber24jam.com – Menanggapi sejumlah pemberitaan daring terkait pengelolaan zakat pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ),...
Kabupaten Bogor, Siber24jam.com – Sejak diambil alih oleh Kepala Sekolah Dedi Budi Sumardi pada tahun 2017, SMPN 2 Sukaraja, yang terletak di Jalan By Pass Kandang Roda, Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor, telah mengalami perkembangan yang signifikan. Dulu, sekolah ini dikenal sebagai pilihan terakhir bagi siswa yang tidak diterima di sekolah lain. Namun, berkat berbagai upaya yang dilakukan oleh Dedi, SMPN 2 Sukaraja kini menjadi salah satu sekolah unggulan yang diminati oleh siswa di daerah tersebut.
Pada awal masa jabatannya, jumlah siswa di SMPN 2 Sukaraja mencapai 1.200 orang, namun kemudian sempat menurun menjadi 1.000 siswa karena 200 siswa memilih pindah ke sekolah lain. Meskipun demikian, Dedi tidak menyerah dan justru memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan perbaikan besar-besaran di berbagai aspek.
“Saat pertama kali saya bertugas di sini, saya segera mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Kami mengajukan bantuan dari berbagai dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, dan Dinas Perhubungan, yang memiliki anggaran untuk pendidikan. Selain itu, kami juga menggandeng perusahaan-perusahaan di sekitar untuk berpartisipasi dalam pengembangan sekolah. Alhamdulillah, dalam satu tahun, hasilnya sudah mulai terlihat,” ungkap Dedi pada Senin, 26 Agustus 2024.
Berbagai perbaikan yang dilakukan meliputi renovasi bangunan sekolah, peningkatan fasilitas seperti MCK, masjid, dan ruang kelas, serta perolehan berbagai penghargaan yang kini menjadi kebanggaan sekolah. Perubahan ini telah mengubah wajah SMPN 2 Sukaraja dari yang sebelumnya kurang diminati menjadi sekolah pilihan utama di wilayah tersebut.

Selain dukungan eksternal, sekolah juga mengelola Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diberikan langsung oleh pemerintah pusat sebesar Rp1,2 juta per siswa per tahun. Dana ini diterima dua kali dalam setahun dan digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional sekolah.
“Dana BOS kami kelola untuk membayar gaji guru honorer, pengadaan alat tulis, dan perbaikan infrastruktur sekolah. Namun, kami masih merasa dana ini kurang mencukupi, terutama untuk menggaji guru honorer yang mencapai Rp2,2 juta per bulan per guru. SMPN 2 Sukaraja juga belum mendapatkan BOS Daerah (BOSDA), sehingga kami berharap kepada DPRD yang akan dilantik agar sekolah kami bisa memperoleh BOSDA,” jelas Dedi.
Lebih lanjut, Dedi juga menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dan anggota DPRD Kabupaten Bogor yang akan dilantik dapat memperjuangkan tunjangan bagi kepala sekolah di wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami berharap pemerintah daerah dan DPRD yang baru dapat memperjuangkan tunjangan bagi kepala sekolah, karena hingga saat ini, kami belum menerima tunjangan tersebut,” tutupnya.
Salah seorang warga setempat, Andi, mengaku sangat senang dengan perubahan yang terjadi di SMPN 2 Sukaraja. Menurutnya, sekolah tersebut kini menjadi pilihan utama bagi anak-anak di lingkungannya.
“Dulu, banyak orang tua yang ragu menyekolahkan anaknya di sini, tapi sekarang SMPN 2 Sukaraja sudah sangat bagus. Fasilitasnya lengkap dan lingkungannya bersih. Anak saya juga jadi lebih semangat sekolah,” ujar Andi.
Dengan berbagai kemajuan ini, SMPN 2 Sukaraja diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bogor.













