CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi...
Kabupaten Bogor, Siber24jam.com – 19 Agustus 2024. PWI Kabupaten Bogor kembali menggelar pengajian rutin Senin-Kamis yang disiarkan secara online melalui pengajian Al Ikhbar. Dalam kesempatan kali ini, KH Achmad Yaudin Sogir menjadi penceramah dengan tema yang sangat relevan bagi kehidupan berorganisasi, yakni pentingnya menjaga tabayun (klarifikasi) dan silaturahmi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang mungkin timbul dalam kelompok maupun organisasi.
KH Achmad Yaudin Sogir menjelaskan bahwa tabayun adalah langkah awal yang harus diambil ketika muncul perselisihan atau kesalahpahaman di antara anggota organisasi. Beliau menegaskan, “Tabayun adalah kewajiban bagi setiap Muslim, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 6: *‘Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Beliau juga menekankan pentingnya silaturahmi sebagai salah satu kunci menjaga keharmonisan dan persatuan dalam organisasi. “Silaturahmi bukan hanya memperpanjang umur dan memperluas rezeki, tetapi juga dapat menguatkan ikatan persaudaraan dalam satu kelompok,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir.
Dalam pengajiannya, KH Achmad Yaudin Sogir mengutip beberapa hadits yang memperkuat pentingnya tabayun dan silaturahmi. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Muslim). Selain itu, beliau juga menyebutkan hadits dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: *“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi).” (HR. Bukhari dan Muslim).
KH Achmad Yaudin Sogir juga mengingatkan bahwa ulama terdahulu seperti Imam Al-Nawawi dan Imam Al-Ghazali telah banyak menulis tentang pentingnya menjaga hubungan baik dan menghindari fitnah di dalam komunitas. Imam Al-Nawawi, dalam kitabnya Riyadhus Shalihin, menyebutkan bahwa menjaga ukhuwah (persaudaraan) adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia di sisi Allah. Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam karyanya Ihya Ulumuddin, mengingatkan bahwa permusuhan dan memutus silaturahmi adalah perbuatan yang sangat dikecam dalam Islam dan dapat menimbulkan dosa besar.
Mengenai ancaman bagi mereka yang menciptakan permusuhan dan memutus silaturahmi, KH Achmad Yaudin Sogir menegaskan bahwa perbuatan tersebut sangat dibenci oleh Allah SWT. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Ash RA, Rasulullah SAW bersabda: *“Cukup bagi seseorang untuk dikatakan jahat jika ia merendahkan saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim haram atas Muslim lainnya darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”* (HR. Muslim). Beliau juga mengingatkan bahwa dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengutuk orang-orang yang menyebarkan fitnah dan kebencian di antara umat Muslim: *“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”* (QS. Al-Ahzab: 58).
Mengakhiri pengajian, KH Achmad Yaudin Sogir mengajak seluruh anggota PWI Kabupaten Bogor untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran agama dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul. “Mari kita jadikan tabayun dan silaturahmi sebagai fondasi dalam menjalankan aktivitas organisasi, agar segala urusan dapat berjalan dengan baik dan penuh berkah,” tutup KH Achmad Yaudin Sogir











