Update

Via Tol Baru Japek II Jika ke Bandung Hanya Sejam, Cek Disini

Jakarta, Siber24jam.com – Kabar baik buat masyarakat Jabodetabek, terkait salah satu jalur tol Jakarta – Cikampek (Japek) II Selatan bila melalui jalur ini untuk mengarah ke Bandung hanya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih sejam.

Pasalnya tol ini disebut dapat menjadi jalur alternatif menuju kota Bandung dan sebaliknya dengan jarak tempuh enggak lebih dari 1 jam.

Japek II Selatan termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk bagian dari rangkaian tol Jabodetabek yang diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di jalur Jakarta-Cikampek 1 yang kerap macet.

Diperkirakan jika tol ini sudah tersambung sepenuhnya 62 km, perjalanan dari dari Jakarta ke Bandung diprediksikan hanya sekitar 1 jam untuk jarak tempuh.

“Ini menjadi pertemuan Jakarta dan Cipularang. Rencana kecepatan maksimum di sini 80 km per jam dan ini jaraknya 62 km. Jadi, sekitar 45 menit nyampe Jakarta-Bandung. Lebih cepat,” ujar Direktur Teknik PT Jasa Marga Japek Selatan, Bambang Sulistyo seperti dilansir dari CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Nantinya ketika beroperasi, penetapan tarif tol ini untuk golongan 1 bakal dipatok Rp 1.250 per kilometer. Artinya jika dihitung kasar mencapai Rp 77.500 untuk melewati ruas tol ini.

Dengan konsesi yang dimiliki oleh PT Jasa Marga (80%) dan PT Wira Nusantara Bumi (20%) selama 35 tahun. Adapun nilai pembangunan proyek diperkirakan mencapai Rp 14,69 triliun dan biaya pengadaan tanah Rp 10,86 triliun.

Lantas Bagaimana Progresnya?

Melansir keterangan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terkait perkembangan pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan saat ini ada tiga paket pekerjaan yang tengah berlangsung.

Paket 1 dari Jati Asih-Setu Sta 0+00 sampai dengan Sta 9+300 sepanjang 9,3 kilometer yang meliputi wilayah kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor, masih belum memulai konstruksi. Namun progres pembebasan lahan sudah mencapai 3,61% ditargetkan beroperasi pada Januari 2028 mendatang.

Paket 2 dari Setu-Taman Mekar Sta 9+300 sampai 34 – 150 sepanjang 24,85 km, yang meliputi wilayah kabupaten Bekasi, juga belum memulai konstruksi. Tapi progres pembebasan lahan sudah mencapai 54,63%, ditargetkan beroperasi pada Januari 2024 mendatang.

Dan, Paket 3 dari Taman Mekar menuju Sadang Sta 9 + 300 sampai dengan 34 + 150 sepanjang 24,85 km, meliputi wilayah Kabupaten Karawang, dan Purwakarta sudah hampir rampung.

Dimana dalam paket 3 ini progres konstruksi juga terbagi menjadi dua bagian. Pada seksi 1 Kutainegara-Sadang progres konstruksi sudah mencapai 99,32% ditargetkan beroperasi April 2023 mendatang. Sedangkan untuk seksi 2 dari Taman Mekar-Kutanegara sudah mencapai 99,22% dengan target pengoperasian 2023 mendatang.

Seksi 3 ini sempat difungsikan untuk arus Lebaran 2022 saat terjadi kepadatan kendaraan di tol dan tanpa biaya alias gratis.

Editor: Zarkasi
Sumber: CNBC Indonesia

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Update News

Diperiksa 15 Jam, Eselon I ATR/BPN Agustyarsyah Dicecar Soal Dugaan Pemalsuan SHM PTSL JAKARTA – Penyidik Subdit Harta dan Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya memeriksa pejabat Eselon I Kementerian ATR/BPN, Dr. Agustyarsyah, Selasa (15/9/2026). Pemeriksaan berlangsung sekitar 15 jam dan berkaitan dengan dugaan pemalsuan Sertifikat Hak Milik (SHM) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Agustyarsyah merupakan mantan Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) ATR/BPN Bogor 1 pada 2019. Saat ini, ia menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah penyidik Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggeledah Kantor BPN Kabupaten Bogor pada Rabu (9/9/2026) dalam rangka penyelidikan perkara terkait PTSL. Usai menjalani pemeriksaan, Agustyarsyah dikonfirmasi awak media mengenai materi pemanggilan dan pemeriksaan yang dijalaninya. “Terkait dengan PTSL,” ujar Agustyarsyah, mantan Kakantah ATR/BPN Bogor 1 yang kini menjabat Kepala BPSDM Kementerian ATR/BPN. Pemeriksaan terhadap pejabat Eselon I tersebut menjadi bagian penting dalam pengusutan perkara yang tengah ditangani Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu keterangan resmi dari penyidik Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait status perkara, materi pemeriksaan, serta perkembangan penyidikan dugaan pemalsuan SHM PTSL tersebut.

JAKARTA, Siber24jam.com – Penyidik Subdit Harta dan Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya memeriksa pejabat...

KPK Geledah Dugaan Transaksi Gelap HGB: Dirjen ATR/BPN, Kepala Kantah Bogor dan Tangerang Terjaring OTT

JAKARTA,Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang sektor pertanahan melalui operasi tangkap tangan (OTT)...

OTT KPK di BPN Bogor Mengarah ke Dugaan Suap HGB, 17 Orang Diamankan

JAKARTA, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan...

Kasus Dugaan Korupsi PT PSMI Masuk Tahap Pendalaman, 4 Saksi Diperiksa Penyidik Kejagung

Siber24jam.com, JAKARTA – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana...