JAKARTA, Siber24jam.com – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana...
Siber24jam.com, BABAKAN MADANG – Setelah beroperasi selama sekitar 34 tahun, Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, mulai memasuki babak baru. Kawasan yang selama ini identik dengan tumpukan sampah tersebut disiapkan menjadi pusat pengolahan sampah berbasis teknologi yang menghasilkan energi listrik.
Transformasi itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan PT Weiming Nusantara Bogor New Energy, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung sehari sebelum groundbreaking pembangunan Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) Galuga.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pengelolaan sampah modern menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,1 juta jiwa yang tersebar di 40 kecamatan, 416 desa dan 19 kelurahan, Kabupaten Bogor membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
“Momentum hari ini adalah momentum yang paling kami tunggu-tunggu. Belum genap dua tahun kami memimpin Kabupaten Bogor, tetapi prioritas utama kami adalah bagaimana Bogor memiliki pengelolaan sampah yang modern,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, keberadaan PSEL juga diharapkan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Bogor Barat yang selama puluhan tahun menjadi wilayah penyangga pelayanan persampahan.
“Sudah kurang lebih 34 tahun TPA Galuga menjalankan fungsinya. Kami berpikir, bagaimana masyarakat Bogor bagian Barat yang selama ini menjadi penopang dan tempat pembuangan akhir sampah bisa memperoleh taraf hidup yang jauh lebih baik ke depan,” katanya.
Sementara itu, Senior Vice President Stakeholders Relationship menjelaskan, teknologi PSEL yang digunakan bukan teknologi eksperimental. Teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah negara dengan kapasitas pengolahan sampah yang besar.
Aspek lingkungan, khususnya pengendalian emisi, menjadi salah satu perhatian utama. Teknologi PSEL disebut menerapkan standar emisi tinggi dengan mengacu pada standar Eropa.
“Teknologi ini di negara lain sudah berkembang lama. Kita yang baru menerapkan. Salah satu kelebihannya, buangan emisinya sangat dijaga dengan standar yang sangat tinggi, standar Eropa,” ujarnya.
Selain mengurangi beban sampah, pembangunan PSEL Galuga diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional, sekaligus mendorong transfer pengetahuan dan tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan tersebut.
Berita Lainnya
Tags: Rudy Susmanto, TPA Galuga





















