Update

Inovasi TEH PETRA dari Puskesmas Jampang: Percepat Skrining HIV bagi Pasien TB, Angkat Martabat Pasien

KEMANG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Puskesmas Jampang meluncurkan inovasi layanan kesehatan bernama TEH PETRA (Tes HIV/AIDS bagi Penderita TB Segera). Program ini dirancang untuk mempercepat proses skrining HIV pada pasien Tuberkulosis (TB) secara terintegrasi, cepat, dan manusiawi.

Kepala Puskesmas Jampang, Dini Srie Agustin, menjelaskan bahwa TEH PETRA hadir sebagai solusi konkret untuk memutus rantai penularan HIV melalui deteksi dini pada pasien TB. Dengan pendekatan yang lebih ramah dan edukatif, pasien langsung mendapatkan pelayanan skrining HIV di tempat, tanpa harus dirujuk ke layanan VCT (Voluntary Counseling and Testing).

“Dengan TEH PETRA, kami tidak hanya bicara soal kecepatan layanan, tetapi juga tentang pemulihan martabat pasien. Edukasi diberikan secara personal, dan skrining dilakukan langsung oleh tim Puskesmas. Ini mengurangi resistensi dan meningkatkan kesadaran,” ujar Dini.

Dalam pelaksanaannya, setiap pasien TB yang telah mengikuti edukasi dan tes HIV akan diberikan stempel “TEH PETRA” di buku pengobatan. Tanda ini memudahkan pelacakan dan memastikan data pasien tercatat lebih akurat oleh tenaga kesehatan.
Beberapa keunggulan dari inovasi ini antara lain:
Skrining HIV dilakukan langsung saat kunjungan TB, tanpa proses rujukan tambahan.
Mengurangi stigma dan beban psikologis pasien.
Mendorong pencatatan yang lebih sistematis dan mudah dipantau.
Mempercepat pemberian terapi ARV bagi pasien yang reaktif.

Meningkatkan capaian deteksi HIV di layanan primer.

Dini menyebutkan, sejak diluncurkan pada awal 2025, TEH PETRA menunjukkan hasil yang menjanjikan. Jumlah pasien TB yang bersedia menjalani skrining HIV meningkat signifikan. Evaluasi dilakukan secara berkala setiap triwulan, dengan target tahun ini menjangkau minimal 80% pasien TB dan menekan tingkat penolakan di bawah 10%.

“Kami juga tengah menyiapkan TEH PETRA untuk direplikasi ke Puskesmas lain di Kabupaten Bogor. Ini adalah model sukses integrasi layanan TB-HIV yang bisa dimulai dari tingkat pelayanan paling dasar,” tambahnya.

Menurut Dini, inovasi kesehatan tidak harus rumit. Yang dibutuhkan hanyalah komitmen, empati, dan pendekatan yang berfokus pada kemanusiaan.

“Melalui TEH PETRA, kami ingin menunjukkan bahwa transformasi besar bisa dimulai dari akar layanan,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Pemkab Bogor Lakukan Verval KDKMP, Pastikan Hasil Pembangunan Sesuai Kondisi Dilapangan

CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mempercepat proses verifikasi dan validasi (verval) Koperasi...

Satgas Pengawal Indonesia Emas Hanpangan Intensifkan Perawatan dan Penyiraman Lahan Bomang

Bojonggede Siber24jam.com – Satgas Pengawal Indonesia Emas Hanpangan Korem 061/Suryakancana terus melakukan perawatan kawasan Hanpangan...

Kabupaten Bogor Akan Jadi Tuan Rumah Kunker Kemenko PM dan 1001 Pasar Rakyat Bersama RRI

Cibinong Siber24jam.com – Kabupaten Bogor akan menjadi tuan rumah kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan...

CFD Tegar Beriman Menggeliat, Rudy Susmanto Catat Omzet PKL Naik 60 Persen

Siber24jam.com, CIBINONG – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman Kabupaten Bogor yang diinisiasi Bupati...