Update

Optimalkan Rata rata Lama Sekolah Pemkab Bogor Gandeng Pesantren dan Perkuat Integrasi Data

CIBINONG, Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) dengan mengoptimalkan berbagai program pendidikan. Salah satu strategi utamanya adalah memperluas jangkauan Program Kejar Paket serta mengintegrasikan pencatatan data pendidikan dalam sistem kependudukan.

 

Penting untuk diketahui bahwa pencatatan data pendidikan dalam dokumen kependudukan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi perhitungan RLS. Sayangnya, ketidaksesuaian antara ijazah yang diperoleh melalui Program Kejar Paket dengan data yang terdaftar di sistem kependudukan masih menjadi kendala dalam peningkatan angka RLS di Kabupaten Bogor.

 

Sebagai solusi, Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengembangkan mekanisme pencatatan otomatis ijazah Kejar Paket ke dalam data kependudukan. Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan dapat mempercepat pembaruan data pendidikan masyarakat.

 

Kolaborasi dengan Pesantren untuk Akses Pendidikan Lebih Luas

 

Salah satu terobosan dalam peningkatan RLS adalah kerja sama dengan pesantren, baik pesantren modern maupun pesantren Salafi. Dalam beberapa tahun terakhir, pesantren Salafi—yang dikenal memiliki kurikulum khas dan metode pembelajaran berbasis keagamaan—mulai berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan agar santrinya dapat mengikuti Program Kejar Paket. Dengan demikian, mereka bisa memperoleh ijazah yang diakui secara resmi, setara dengan pendidikan formal.

 

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, menegaskan bahwa kebijakan ini akan berdampak positif pada peningkatan RLS di Kabupaten Bogor.

 

“Dengan adanya integrasi data kependudukan dan pendidikan, kami berharap angka rata-rata lama sekolah meningkat secara signifikan, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki ijazah setara pendidikan formal,” ujar Bachril.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Kejar Paket juga memberikan kesempatan bagi masyarakat berusia di atas 15 tahun yang sebelumnya terkendala faktor ekonomi atau pekerjaan untuk melanjutkan pendidikan. Program ini dijalankan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di seluruh Kabupaten Bogor dengan jadwal yang fleksibel, sehingga peserta tetap bisa bekerja sambil belajar.

 

“Kami terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Disdukcapil dan Kementerian Agama, agar program ini dapat memberikan dampak lebih luas dalam waktu dekat,” tambahnya.

 

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkab Bogor berharap peningkatan RLS dapat berjalan lebih optimal, memastikan setiap warga memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan kesempatan masa depan yang lebih cerah.

 

Edit:Zakar

Berita Lainnya

Update News

Pertemuan Bersejarah di Istana Kerajaan Rabat: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI

Rabat Siber24jam.com – Dinamika politik Kerajaan Maroko memasuki babak baru yang sarat makna. Berdasarkan rilis...

Bupati Rudy Susmanto Dorong KDKMP Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa dan Kelurahan di Kabupaten Bogor

  CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong optimalisasi operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

Wawancara Khusus Siber24jam.com dan Liputan08.com, KPK Ungkap OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KLATEN, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten,...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Sinergi Pemerintah dan Media di HUT ke-15 Metropolitan

  CISARUA – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menghadiri...