Siber24jam.com, BOGOR – Di tengah tantangan fiskal pada Tahun Anggaran 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor,...
Cibinong, Siber24jam.com – Dalam upaya mempercepat diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dan mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Rapat Koordinasi Rencana Kebutuhan Pangan Lokal di Gedung Serbaguna I Setda pada Selasa (1/10/24).
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, mengungkapkan bahwa masyarakat Kabupaten Bogor saat ini masih bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama. Padahal, Kabupaten Bogor memiliki potensi sumber pangan lokal yang kaya dan bergizi, seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, buah biji, sayuran, dan buah-buahan, yang dapat mendukung pola konsumsi pangan yang lebih beragam.

“Semakin beragam pola konsumsi pangan, semakin mendukung pencapaian skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang ideal di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Bambam menambahkan, rapat koordinasi ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mempercepat diversifikasi pangan lokal serta mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, yang baru diterbitkan pada 15 Agustus 2024.
“Dengan rakor ini, kami berharap muncul pola pangan baru di Kabupaten Bogor yang tidak hanya berfokus pada beras, melainkan juga melibatkan beragam pangan lokal. Ini adalah langkah untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan lokal yang merata dan terjangkau, sejalan dengan konsep B2SA,” tegas Bambam.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bogor menekankan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar untuk membentuk generasi yang sehat, aktif, dan produktif. Oleh karena itu, perencanaan yang matang terkait kebutuhan pangan lokal sangat penting guna menjamin ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Patut disyukuri, Kabupaten Bogor memiliki potensi pangan lokal yang besar, terutama dari kelompok umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, dan talas, yang bisa menjadi alternatif pengganti beras,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal tidak hanya mengurangi ketergantungan pada beras, tetapi juga mendukung sektor perekonomian lokal dengan memberdayakan para pelaku usaha olahan pangan dan petani di Kabupaten Bogor.



















