Update

Pengajian Rutin Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor: Menuntut Ilmu Setara dengan Puasa dan Sholat Malam 7.000 Tahun

Bogor, Siber24jam.com – 18 September 2024. Pengajian rutin Al-Ikhbar yang digelar oleh PWI Kabupaten Bogor kembali diselenggarakan pada Rabu, 18 September 2024, di Graha Wartawan, Cibinong, Kabupaten Bogor. Acara ini dihadiri oleh puluhan jurnalis dan masyarakat yang antusias memperdalam ilmu agama. KH Achmad Yaudin Sogir, yang juga anggota DPRD Kabupaten Bogor, kembali menjadi pembicara utama dengan tausiyah mendalam tentang keutamaan menuntut ilmu dalam Islam.

 

KH Achmad Yaudin Sogir mengawali kajiannya dengan mengutip sebuah riwayat yang menyatakan bahwa: “Menuntut satu bab ilmu lebih baik daripada puasa dan sholat malam selama tujuh ribu tahun.” Hadis ini menekankan bahwa nilai menuntut ilmu dalam Islam sangat tinggi, bukan hanya dalam konteks manfaat dunia, tetapi juga dalam memperoleh pahala besar di akhirat. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan mempertegas bahwa menuntut ilmu memiliki ganjaran yang luar biasa.

Lebih lanjut, KH Achmad Yaudin Sogir menyampaikan beberapa hadis lain yang memperkuat pentingnya menuntut ilmu, di antaranya:

 

1.”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

 

2.”Ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga pemiliknya, sementara harta justru harus dijaga oleh pemiliknya.” (HR. Al-Bukhari)

 

Beliau juga mengutip nasihat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, yang dikenal sebagai pintu ilmu, di mana beliau menyatakan bahwa “Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan seorang Muslim.”Menurut KH Achmad Yaudin Sogir, kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat diraih dengan menuntut ilmu, sebab ilmu membawa pencerahan dan panduan dalam menjalani kehidupan.

 

Hadis lain yang disebutkan KH Achmad Yaudin Sogir terkait dengan pahala besar bagi para penuntut ilmu adalah:

 

3.”Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia kembali.” (HR. Tirmidzi)

 

KH Achmad Yaudin Sogir menekankan bahwa ilmu lebih bermanfaat daripada harta karena ilmu memberikan cahaya dan panduan dalam menjalani kehidupan. Sementara harta dapat habis, ilmu akan terus bermanfaat bahkan setelah pemiliknya meninggal dunia, sebagaimana dalam hadis:

 

4.Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shalih.” (HR. Muslim)

 

Dalam pengajian tersebut, KH Achmad Yaudin Sogir juga menyampaikan bahwa para ulama adalah pewaris para nabi, dan menuntut ilmu adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ia mengingatkan para jurnalis yang hadir agar selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dan menyebarkannya, karena manfaatnya tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi umat.

 

Pengajian ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar para peserta diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam menuntut ilmu dan diberikan keberkahan dalam setiap amal perbuatannya.

Berita Lainnya

Update News

KPK Geledah Kantor Imigrasi dan Rumah Tersangka, Dugaan Pemerasan WNA Capai Rp357 Miliar

JAKARTA, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga...

Audit Karpet Bekas Masjid Agung Baitul Faizin, BMSN Pertanyakan Kemana Perginya Karpet Lama

CIBINONG, Siber24jam.com – Permintaan karpet bekas dari Masjid Agung Baitul Faizin Cibinong oleh para jurnalis...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Bupati Bogor Rudy Susmanto Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola...

Dian Assafri Nasai: Muhammad Sarmuji Teladan Politikus Intelektual dan Komunikatif di Tengah Dinamika Demokrasi

Dian Assafri Nasai: Muhammad Sarmuji Teladan Politikus Intelektual dan Komunikatif di Tengah Dinamika Demokrasi