Update

Pemerintah Kabupaten Bogor Didesak Fokus Perbaikan Infrastruktur Pendidikan alih-alih Proyek Taman Tidak Produktif

Bogor, Siber24jam.com – 6 Agustus 2024. Di tengah tantangan yang dihadapi oleh banyak sekolah di Kabupaten Bogor terkait kekurangan ruang kelas, meja belajar, dan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang memadai, pemerintah daerah tampaknya lebih memprioritaskan pembangunan proyek taman yang dinilai tidak memberikan manfaat edukatif yang signifikan.

 

Salah satu proyek yang mendapat sorotan adalah pembangunan taman di sekitar Masjid Bantul Faizin. Proyek ini dinilai tidak memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan, terutama mengingat adanya taman bacaan yang dibangun lima tahun lalu dengan biaya miliaran rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun hingga kini tidak ada masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

 

KH Achmad Yaudin Sogir, seorang tokoh pendidikan setempat, mengkritik keputusan pemerintah daerah tersebut. “Pembangunan taman ini seharusnya tidak menjadi prioritas utama, terutama ketika banyak sekolah di daerah ini yang membutuhkan fasilitas dasar yang lebih mendesak. Infrastruktur pendidikan harus menjadi fokus utama agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. KH Sogir juga menambahkan, “Kita tidak bisa mengabaikan kebutuhan mendasar pendidikan hanya demi proyek-proyek yang tidak memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas belajar. Fokuskan anggaran pada perbaikan dan penyediaan fasilitas pendidikan yang benar-benar dibutuhkan oleh sekolah-sekolah kita.”

Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan negara wajib menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai untuk mendukung hak tersebut. Dengan adanya kekurangan fasilitas di sekolah-sekolah, pemenuhan hak pendidikan ini menjadi terancam.

 

Pemerintah daerah diharapkan dapat mengalihkan fokus dari proyek-proyek sampingan menuju pemenuhan kebutuhan mendasar dalam sektor pendidikan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa anak-anak di Kabupaten Bogor mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

 

Dukungan terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga diimplementasikan dalam anggaran dan kebijakan yang nyata untuk kemajuan pendidikan di daerah ini.

Berita Lainnya

Update News

Teror Digital, Modus Pemerasan UMKM Lewat Rating Bintang 1 di Google Maps Mencuat

Jakarta, Siber24jam.com – Di tengah masifnya digitalisasi bisnis, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah...

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Pemalang, Siber24jam.com – Praktik lancung “dagang perkara” kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Kabupaten Pemalang....

Sahara Maroko: Jerman Tegaskan Dukungan atas Inisiatif Otonomi dan Siap Perkuat Kerja Sama Diplomatik-Ekonomi

Rabat, Siber24jam.com – Pemerintah Federasi Jerman secara resmi menegaskan kembali dukungannya terhadap inisiatif otonomi di...

Kemenag Kabupaten Bogor Tegaskan Pengelolaan Zakat UPZ Sesuai Aturan Syariat

Bogor, Siber24jam.com – Menanggapi sejumlah pemberitaan daring terkait pengelolaan zakat pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ),...