Update

Pengakuan Mengejutkan dari Kepsek Ini, Soal Kebenaran di Balik Anggaran Rp 1,9 Juta per Siswa Dalam Satu Bulan 

SIBER24JAM.COM – Kepala sekolah (Kepsek) salah satu SMA di Kabupaten Bogor baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan mengenai alokasi dana pendidikan yang bersumber dari APBN.

 

Menurut pengakuan kepsek yang enggan disebutkan namanya mengatakan, setiap siswa SMA dikatakan menerima anggaran sebesar Rp 1,9 juta per bulan.

Pengakuan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan serius mengenai penggunaan dana tersebut, terutama mengingat masih banyak siswa yang menghadapi masalah pendidikan dan praktik pungutan liar di sekolah-sekolah.

 

“Sebagai kepala sekolah, saya mengetahui bahwa setiap siswa SMA menerima dana dari APBN sekitar Rp 1,9 juta per bulan, yang langsung ditransfer ke rekening sekolah. Jika dana sebesar itu digunakan secara efektif, seharusnya tidak ada lagi siswa yang putus sekolah atau mengalami pungutan liar. Namun, kenyataannya masih banyak sekolah yang menerapkan pungutan,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.

 

Untuk mengkonfirmasi informasi ini, redaksi coba menghubungi SMA Negeri 3 Cibinong, Kabupaten Bogor.

 

Menurut humas SMAN 3 Cibinong, Joko menjelaskan, bahwa pihaknya tidak memiliki pemahaman mendalam tentang anggaran dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung ke Dinas Pendidikan Jawa Barat.

 

“Maaf, kami kurang memahami secara detail mengenai anggaran. Bukan hanya SMA 3, seluruh sekolah di Jawa Barat memiliki data tersebut karena mereka rutin melaporkan anggaran mereka ke Dinas Pendidikan,” aku Joko saat dihubungi, Senin (05/8/2024).

 

Terpisah, ketika disambangi Kantor Cabang Dinas (KDC) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat dibilangan Kelurayan Keradenan, Kabupaten Bogor, Yanuar Putra menyatakan, bahwa anggaran pendidikan untuk SMA di Jawa Barat adalah sebesar Rp 1 juta per siswa untuk per semester yang bersumber dari APBN, tanpa adanya dana tambahan dari provinsi.

 

“Anggaran yang diberikan untuk SMA adalah Rp 1 juta per siswa per semester. Jika ada sekolah dengan 500 siswa, total anggaran untuk semester tersebut adalah Rp 500 juta. Jika ada kepala sekolah yang mengaku menerima lebih dari itu, kami meminta agar identitas kepala sekolah tersebut diinformasikan agar kami dapat memverifikasi kebenarannya. Semua dana pendidikan berasal dari APBN, dan tidak ada tambahan dari provinsi maupun sumber lain,” jelas Yanuar Putra.

 

Menyikapi itu, Ketua Umum Front Rakyat Reformasi Anti-Korupsi (FRRAK) Duel Syamson menyatakan, kekagetannya jika benar dana yang diterima sekolah mencapai Rp 1,9 juta per siswa per bulan.

 

Ia menilai, bahwa dengan anggaran sebesar itu, kualitas pendidikan di Indonesia seharusnya sudah jauh lebih baik.

 

“Saya merasa sangat terkejut jika anggaran yang diterima untuk tingkat SMA benar-benar sebesar itu. Seharusnya, dengan dana yang begitu besar, kita sudah melihat kemajuan signifikan dalam pendidikan. Namun, masih banyak sekolah yang melakukan pungutan liar dan kondisi pendidikan tidak menunjukkan kemajuan yang memadai,” ungkap Doel Samson

 

Ia meminta, agar aparat penegak hukum (APH) terkait termasuk kejaksaan, KPK, dan kepolisian, segera melakukan penyelidikan untuk memverifikasi kebenaran dana tersebut.

 

“Jika dunia pendidikan sudah terjerat korupsi, maka masa depan bangsa ini akan terancam,” tegas Doel Syamson.

 

Sementara, pengakuan dan pernyataan ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana pendidikan di Indonesia.

 

Pengawasan dan investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan tidak disalahgunakan.

Berita Lainnya

Update News

Kemenag Kabupaten Bogor Tegaskan Pengelolaan Zakat UPZ Sesuai Aturan Syariat

Bogor, Siber24jam.com – Menanggapi sejumlah pemberitaan daring terkait pengelolaan zakat pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ),...

AMPETRA Indonesia Gelar Musyawarah Nasional Pertama dan Pelatihan di Jakarta

Jakarta, Siber24jam.com – 2 Mei 2026. Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia (AMPETRA Indonesia) menggelar Musyawarah...

Jadilah Jurnalis sebagai Penyejuk Bangsa: Pengajian Al Qalam Perdana Digelar di Cibinong

Siber24jam.com CIBINONG, BOGOR — Pengajian Al Qalam, sebuah majelis keilmuan dan pembinaan spiritual bagi kalangan...

Pengajian Al Qalam Satukan Jurnalis Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir: Media Harus Jadi Air Penyejuk

CIBINONG, BOGOR Siber24jam.com — Pengajian Al Qalam, sebuah majelis keilmuan dan pembinaan spiritual bagi kalangan...