Jakarta, Siber24jam.com – Di tengah masifnya digitalisasi bisnis, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah...
Bogor, Siber24jam.com – Desa Hambalang, Bogor Dalam rangka menyambut bulan Muharram atau Assuro, warga Desa Hambalang kembali menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dan Tilawatil Kutub tingkat anak usia 8 hingga 14 tahun. Tradisi tahunan ini telah menjadi agenda rutin desa yang bertujuan untuk mengasah kemampuan membaca Al-Quran dan kitab gundul sejak usia dini.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Hambalang, KH Basit, bersama Kepala Desa Hambalang. KH Basit mengungkapkan bahwa acara ini melibatkan seluruh elemen masyarakat desa, mulai dari unsur pemerintahan desa hingga warga setempat. “Kegiatan ini sangat penting untuk memupuk generasi muda agar tidak hanya pandai membaca Al-Quran dan kitab gundul, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Kami berharap dukungan dari pemerintah Kabupaten Bogor untuk melanjutkan dan mengembangkan acara ini,” ujar KH Basit.
Beliau juga menambahkan, “Di era digital yang serba modern ini, di mana banyak anak-anak lebih tertarik pada gadget daripada belajar membaca Al-Quran, kegiatan ini menjadi upaya untuk memastikan bahwa generasi muda kita tetap terjaga dan terdidik dengan baik.”
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Achmad Yaudin Sogir SE, anggota legislatif terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil 1. Dalam sambutannya, Sogir memberikan motivasi kepada warga Desa Hambalang, yang dikenal sebagai basis pendukung PKB dan domisili Presiden terpilih 2024-2029, H. Prabowo Subianto.
Sogir menyatakan, “Saya sangat mengapresiasi upaya warga Desa Hambalang dalam melestarikan tradisi ini. Tahun depan, saat kami duduk di kursi legislatif, kami akan mendorong pemerintah Kabupaten Bogor untuk memberikan dukungan khusus agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Kami ingin mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak dan berilmu.”
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pendidikan keagamaan anak-anak di desa, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan di era digital saat ini.













