CIBINONG Siber24jam.com — Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji Kloter 07 JKS...
Siber24jam.com – Durhaka kepada orang tua adalah salah satu dosa besar dalam Islam. Tindakan ini sangat dilarang dan dicela dalam Al-Qur’an dan Hadis. Berikut ini adalah beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadis yang menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan larangan untuk durhaka kepada mereka.
1.Surah Al-Isra’ (17:23-24)
Artinya:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“`
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
2Surah Luqman (31:14):
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Artinya:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
1. Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda:
إن من أكبر الكبائر أن يلعن الرجل والديه
Artinya: “`
“Sesungguhnya termasuk dosa besar adalah seseorang melaknat orang tuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda“
لا يدخل الجنة عاق ولا منان ولا مدمن خمر
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang mengungkit-ungkit pemberian, dan pecandu minuman keras.” (HR. Nasa’i dan Ahmad)
Berbakti dan mengurus orang tua memiliki pahala yang sangat besar dalam Islam. Berikut ini adalah beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadis yang menekankan keutamaan ini.
1.Surah Al-Ankabut (29:8): “
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِن جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya:
“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
2. Dari Abdullah bin Mas’ud, ia bertanya kepada Nabi SAW, “Amal apa yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab:
الصلاة على وقتها قلت: ثم أي؟ قال: ثم بر الوالدين قلت: ثم أي؟ قال: الجهاد في سبيل الله
Artinya:
“Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama sepakat bahwa berbakti kepada orang tua adalah kewajiban yang sangat ditekankan dalam Islam dan durhaka kepada mereka termasuk dosa besar. Berikut adalah beberapa pendapat ulama:
1. Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amalan yang sangat utama setelah shalat.
2. Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menyebutkan bahwa durhaka kepada orang tua adalah dosa yang sangat besar yang dapat menghalangi seseorang dari rahmat Allah dan surga.
3. mam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin** menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, bahkan jika mereka non-muslim, selama tidak menyuruh kepada kesyirikan.
Kesimpulannya, Islam sangat menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan melarang keras tindakan durhaka kepada mereka. Pahala besar dijanjikan bagi mereka yang mengurus dan berbakti kepada orang tua, sementara ancaman keras diberikan kepada mereka yang durhaka.
KH Achmad Yaudin Sogir











