Update

Calon Gubernur Sumatera Selatan, H. Mawardi Yahya, terus bergerak dalam upayanya untuk memimpin Provinsi Sumatera Selatan periode 2025-2030

Siber24jam.com – Salah satu langkah yang diambilnya adalah sowan dan meminta restu serta wejangan kepada para mantan Gubernur Sumatera Selatan terdahulu, mulai dari Letjen TNI (Purn) H. Ramli Hasan Basri, Laksamana Muda (Purn) H. Rosihan Arsyad, H. Syahrial Oesman (Panglima Pemenangan H. Mawardi Yahya), dan H. Alex Noerdin.

Pertemuan dengan empat mantan gubernur Sumsel ini dilaksanakan di waktu dan tempat yang berbeda. Dalam setiap pertemuan, H. Mawardi Yahya selalu menjadi pihak yang mendengar dan menerima wejangan dari para senior yang sudah terlebih dahulu memimpin Sumatera Selatan.

Dengan cermat dan serius, H. Mawardi Yahya menyerap pendapat, saran, dan masukan dari para senior tersebut. Insya Allah, akan dilaksanakan jika diberi mandat oleh rakyat untuk memimpin Sumatera Selatan.

“Banyak kesuksesan program pembangunan di era Pak Ramli, Pak Rosihan, Pak Syahrial Oesman, dan Pak Alex Noerdin, di antaranya infrastruktur seperti Komplek Olahraga Jakabaring, Pelabuhan Samudera Tanjung Api Api, LRT, dan SFC yang menjadi double winners. Ini yang akan kita kembalikan, kejayaan Sumatera Selatan seperti di era para senior tersebut,” kata Mawardi Yahya.

Mawardi Yahya sendiri bukan politisi karbitan. Dia ditempa dari bawah, mulai dari anggota DPRD OKI, Ketua DPRD OKI, Ketua DPRD Ogan Ilir, Bupati Ogan Ilir selama dua periode, dan Wakil Gubernur Sumsel.

Saat ini, Mawardi Yahya tercatat sebagai anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.

Seperti diketahui, bakal calon Gubernur Sumatera Selatan, H. Mawardi Yahya, berkomitmen bahwa jika dipercaya menjadi Gubernur Sumsel 2025-2030 nanti, ia akan mengembalikan kejayaan Sumatera Selatan.

Hal tersebut diungkapkannya di sela-sela pertemuan dengan Gubernur Sumatera Selatan periode 1998-2003, Laksda TNI (Purn) H. Rosihan Arsyad, dalam jamuan makan siang di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (11/5/2025).

Hal itu sangat beralasan, sambung mantan Bupati OI dua periode ini, mengingat pembangunan di Sumsel saat dipimpin gubernur terdahulu memiliki banyak kemajuan.

“Insya Allah, kalau dipercaya memimpin Sumsel, saya berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan Sumsel seperti dulu, seperti saat dipimpin Pak Ramli Hasan Basri, Pak Rosihan, Pak Syahrial, dan Pak Alex Noerdin,” tegasnya.

Mawardi Yahya mengakui bahwa dalam membangun Sumatera Selatan perlu keberanian untuk melakukan terobosan agar bisa membuat lompatan seperti yang dilakukan oleh gubernur-gubernur terdahulu, seperti H. Ramli Hasan Basri, H. Rosihan Arsyad, H. Syahrial Oesman, dan H. Alex Noerdin.

“Ya, Sumatera Selatan ini perlu adanya lompatan-lompatan dalam membangun. Jangan sampai nanti, apabila lima tahun ke depan seperti lima tahun yang lalu, saya kira tidak akan bangkit. Lima tahun terakhir ini tidak ada lompatan-lompatan, hanya datar saja,” ucapnya.

Untuk itu, sambungnya, dirinya memberanikan diri maju di Pilgub 2024 dan menemui serta meminta saran, pendapat, serta bimbingan dari para mantan gubernur terdahulu.

“Saya sowan, meminta pendapat, meminta bimbingan dari para sesepuh kita, mantan-mantan gubernur, berdasarkan pengalaman-pengalaman mereka. Saya memberanikan diri, Insya Allah, nanti cita-cita dari zaman Pak Syahrial Oesman tentang bagaimana menjadikan Sumsel sebagai lumbung energi, bagaimana pada zaman Pak Syahrial yang pernah membanggakan kita dengan prestasi sepak bola double winner, pelabuhan internasional, dan seterusnya, ada lompatan lagi waktu Pak Syahrial dengan pemekaran daerah-daerah otonomi baru (DOB),” katanya.

Di zaman Gubernur Alex Noerdin, lanjut H. Mawardi Yahya, Sumsel mengenalkan diri ke dunia internasional dengan fasilitas olahraga.

“Untuk itu, perlu keberanian dan bukan hanya sekadar selamat saja, tetapi bagaimana mengadakan lompatan. Harapannya betul-betul membuat legacy untuk generasi ke depan,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap dengan pertemuannya dengan para sesepuh mantan Gubernur Sumsel ini, mereka dapat bergandengan tangan memberikan masukan dalam membangun Sumsel ke depan.

“Tentunya kita ingin bergandengan tangan bersama-sama. Paling tidak ada resep tersendiri dalam membangun Sumatera Selatan. Kita tidak boleh memutuskan hubungan dengan pendahulu kita yang pernah menorehkan prestasi di Sumsel. Itu resep yang perlu kita minta, perlu jemput bola ke pendahulu kita. Supaya kita bisa melaksanakannya apabila diberikan kesempatan oleh masyarakat untuk memimpin Sumatera Selatan,” papar Mawardi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, H. Rosihan Arsyad mengatakan dirinya sangat mendukung jika ada yang membaktikan diri demi kemajuan Sumsel ke depan. Hal itu sangat beralasan karena belakangan ini pembangunan di Sumsel terlihat stagnan meski dirinya berada di Jakarta.

“Ya, saya sangat mendukung jika ada yang mau berbakti demi kemajuan Sumsel. Saya terus memperhatikan perkembangan Sumsel,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya sudah berbicara panjang lebar dan memberikan motivasi kepada Bacagub Sumsel, H. Mawardi Yahya, dalam mencalonkan diri pada Pilgub mendatang.

“Tentu sangat saya sambut baik dan berharap nanti memiliki terobosan-terobosan dalam membangun Sumsel. Karena dia (H. Mawardi Yahya) punya pengalaman yang cukup banyak, mudah-mudahan terpilih menjadi gubernur,” ungkapnya.

Dirinya juga berpesan agar terus turun ke bawah membangun jaringan komunikasi yang kuat hingga ke daerah-daerah.

“Tim Sukses juga harus memiliki jaringan yang kuat hingga ke daerah-daerah dan tentu ini dapat menentukan keberhasilan dalam melangkah ke depan,” bebernya.

Pewarta: Sar Madi

(Sumber: Berita Begawan Indonesia.com)

Tags: , ,

WordPress Ads