Babakan Madang Siber24jam.com — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, melanjutkan peninjauan penataan wilayah di sejumlah titik...
Bogor, Siber24jam.com– Masuk delapan besar desa wisata internasional, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kandidat kuat untuk menerima penghargaan best tourism internasional yang diselenggarakan United Nation Word Tourism Organitation (UNWTO).
Prestasi yang diraih Desa Batulayang, tentunya sangat membanggakan, apalagi desa yang lokasinya berada di kaki Gunung Pangrango, kawasan wisata Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, merupakan satu-satunya wakil dari Provinsi Jawa Barat.
“Di Jawa Barat ini kan jumlah desanya sangat banyak, berdasarkan data ada sekitar 5.573 desa. Nah, Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, tampil mewakili Jawa Barat, dalam lomba desa wisata tingkat internasional dan berpeluang meraih penghargaan best tourism international,” kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Yogi Tri Tugastiyo, Minggu (06/08/2023).
Yogi mengklai, Batulayang merupakan desa binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor. Desa Wisata Batulayang, Kecamatan Cisarua, mulai dikembangkan sekitar tahun 2014. Binaan itu mencakup sisi kelembagaan maupun manajemen.
“Desa Wisata Batulayang, masuk delapan besar tingkat dunia ini, karena syarat yang ditetapkan UNWTO terpenuhi. Nah, masuknya Batulayang dalam nominasi kandidat kuat penerima penghargaan best tourism village tentunya akan membuat Batulayang mendunia,” ujar Yogi.
Kepala Desa Wisata Batulayang, Ade Rusmana, mengungkapkan, Desa Wisata Batulayang menjadi perwakilan dari 64 desa wisata di Kabupaten Bogor yang masuk nominasi diajang penghargaan internasional best tourism village.
“Berkat bantuan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, kami coba ikut serta dan mengisi formulir yang diberikan oleh UNWTO 2023 dengan mengisi 250 pertanyaan. Alhamdulilah di Juli 2023 kemarin, kami mendapatkan kabar baik bahwa Desa Wisata Batulayang menjadi satu-satunya dari Jawa Barat maju diajang tersebut,” ujar Ade Rusmana.
Ade mengungkapkan, untuk berada di posisi saat ini, sejak tahun 2014 ia terus berupaya dan bertekad untuk memajukan masyarakat dengan mencoba menjadikan masyarakat sebagai pelaku pariwisata sehingga masyarakat memiliki tanggung jawab untuk pariwisata tersebut.
“Di sana bersama teman-teman, pak kades yang luar biasa supportnya, dibina oleh Disbudpar, dan dibantu akademisi dengan tujuan untuk mengembangkan masyarakatnya untuk tetap ikut andil dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Desa Batulayang,” jelas Ade, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang disebar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Menurut Ade, Desa Wisata Batulayang menerapkan beberapa destinasi yang dijual kepada wisatawan, pertama edukasi, kerajinan masyarakat sekitar yang dijadikan suatu atraksi edukasi untuk para wisatawan sehingga masyarakat juga ada pendapatan lebih dari itu semua.
“Kedua pertanian, hasil pertanian tersebut tidak hanya dijual ke pasar tradisional, tetapi Desa Wisata Batulayang juga mencoba menjual dalam dalam bentuk edukasinya kepada anak-anak sekolah yang coba berkunjung ke Batulayang. Ketiga kami ada outbound dan tentu saja Desa Wisata Batulayang terus mengadakan seni budaya dengan tujuan mengangkat kembali kearifan lokal,” kata Ade menutupi. ***
Editor : Mochamad Yusuf
Kepala Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Ade Rusmana











