Update

Pantau Anak Balita agar Tumbuh Sehat, Puskesmas Cangkurawok, Kecamatan Dramaga, Kab Bogor Ciptakan Inovasi BAGER

pantau anak balitaPamflet alur pelayanan anak Balita di Puskesmas Cangkurawok, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, saat pandemi Covid-19

Bogor, Siber24jam.com-Pantau anak Balita, agar pertumbuhannya sehat dan bebas dari segala penyakit di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cangkurawok, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, berhasil menciptakan sebuah inovasi brilian yang diberi nama Balita Asuh Gerakan Kader yang disingkat BAGER.

Inovasi BAGER dari punggawa Puskesmas yang di wilayah barat Kabupaten Bogor, gegara adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk  Indonesia, pada tahun 2020 sampai 2022 lalu. Dimana, ketika pandemi datang, semua aktivitas yang mengarah pada berkumpulnya orang dilarang, untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk penimbangan anak di bawah usia lima tahun (Balita) di Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu.

Puskesmas Cangkurawok sebagai salah satu pemberi layanan kesehatan  tingkat pertama di wilayah Kecamatan Dramaga untuk dua desa yakni  Babakan dan Cikarawang, mensikapi dampak ini dengan mencetuskan inovasi BAGER.

Latar bellakang inovasi BAGER ini adalah angka cakupan D/S (balita ditimbang adalah) 68,60% dari target 85%. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena D/S ini menjadi salah satu indikator suksesnya pelaksanaan posyandu.

BAGER yang merupakan kegiatan inovasi yang sangat luar biasa mendapatkan sambutan positif dari para ibu balita, karena mereka merasa ada teman untuk berbagi dan konsultasi yakni kader asuh dan tenaga kesehatan dari puskesmas yang terhubung secara langsung saat kunjungan rumah ataupun melalui media whatsapp.

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam inovasi BAGER ini adalah pemantauan balita beresiko (bayi baru lahir, balita Sakit, Balita Pasca Sakit dan Balita dengan ganngguan tumbuh kembang) selain itu balita sehat pun tidak luput dari pemantauan kader asuh. Konsep pengasuhannya yakni jumlah balita satu posyandu akan dibagi dengan jumlah kader aktif di Posyandu, inilah yang menjadi Balita asuh masing-masing kader.

Hasiil signifikan diperoleh dimana angka D/S menjadi 100 % karena balita yang tidak datang ke Posyandu akan di follow up oleh kader asuh masing-masing alasan tidak ditimbangnya kenapa, dan akhirnya balita asuh yang tidak datang ke Posyandu akan membuat janji temu dengan kader asuh masing-masing untuk melakukan penimbangan susulan sesuai dengan waktu yang disepakati.***

 

 

Sumber : Bappedalitbang

Editor : Mochamad Yusuf

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

KH Achmad Yaudin Sogir: Madrasah Aliyah Negeri dan MTs Lebih Menjanjikan Keberkahan Ilmu bagi Anak

Cibinong, Siber24jam.com – Menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Pengajian Jurnalis Al Qalam...

Pengajian Jurnalis Al Qalam Kembali Digelar, KH Achmad Yaudin Sogir Tekankan Pentingnya Keikhlasan dalam Berdoa

CIBINONG, Siber24jam.com – Pengajian rutin Jurnalis Al Qalam kembali digelar di Kantor Portal Cibinong, Kabupaten...

Terungkap! Komisaris Perusahaan Diduga Atur Proyek MBG dari Dalam, Kejagung Bongkar Modus Mark Up Sepeda Motor Listrik

JAKARTA, Siber24jam.com – Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung...

Di Bawah Kepemimpinan Rudy Susmanto, Kabupaten Bogor Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026

JAKARTA, Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih...