RUMPIN, Siber24jam.com – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, turun langsung meninjau lokasi jembatan ambruk di...
Foto Ilustrasi Net
Bogor, Siber24jam.com – Semakin merajalelanya para pekerja seks komersial (PSK) yang menjajakan dirinya melalui pemesanan sistem online untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membuat sebagian pihak semakin prihatin akan kondisi tersebut.
Melalui Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid mengungkapkan, bahwa hasil operasinya di beberapa tempat dengan mengamankan para pelaku pekerja seks komersial, tak akan mengurangi mereka yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, apabila hanya sebatas di razia lalu dilepaskan kembali.
Dikarenakan, tidak adanya tindakan lanjut yang serius dari instansi terkait dalam menangani para psk yang berhasil di razia oleh satuan penegak perda Bumi Tegar Beriman tersebut secara khususnya.
“Yang penting tindak lanjutnya setelah dapat di razia. Saya razia beberapa kali, ada yang dapat ada juga yang bocor alias nihil. Tetapi habis itu dilepaskan lagi, karena tidak adanya pembinaan kepada mereka semua,” kata Cecep Imam kepada wartawan media ini, Rabu (14/6/23).
Ia menjelaskan, dari beberapa operasi yang dilakukannya selama ini dengan menargetkan tempat-tempat hiburan malam di kawasan Bumi Tegar Beriman, hingga mengamankan belasan bahkan sampai puluhan pekerja seks komersial untuk setiap kali razia yang dilakukan.
Akan tetapi, kata Cecep, karena tak adanya pembinaan yang berarti untuk mewujudkan rasa efek jera bagi para pelaku pekerja seks komersial itu sendiri.
“Ketika dapat beberapa pemain michat atau psk saat razia pekat (Penyakit Masyarakat), lalu dilepaskan lagi lantaran tak adanya penampungan rehabilitasi, besoknya perempuan-perempuan tersebut menjajakan kembali dengan pakaian yang lebih seronok dengan make-up juga yang lebih tebal,” ungkap pria mantan Camat Babakan Madang Bogor itu.
Menurutnya, cara jitu dalam memberi efek jera bagi para PSK ini, perlu adanya pembinaan di karantina yang cukup lama, agar nantinya saat dilepaskan kembali ke masyarakat, para kupu-kupu malam ini bisa beralih profesi kotornya itu.
“Caranya, dibina di karantina Dinsos cukup lama, itu diantaranya yang bisa membuat para psk ini ada efek jera. Sehingga nanti, akan adanya pengurangan yang signifikan terkait persoalan ini khususnya di Kabupaten Bogor yang kita cintai ini,” tukasnya.
Berita Lainnya
Tags: Cara Jitu Kasatpol Kabupaten Bogor Dalam Mengurangi PSK di wilayahnya, Info Bogor Raya, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid, Kupu-kupu malam, Pekerja Seks Komersial, penegak perda











