Update

Selagi Perdagangan Orang (WNI) Belum Dapat Diatasi Jangan Harap Perdagangan Sektor Barang dan Jasa akan Lebih Baik

Jakarta,Siber24jam.com-Sudah saatnya negara melalukan kerja nyata untuk melindungi rakyat, diantaranya yang mendesak saat ini adalah agar segera memulangkan 20 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perdagangan orang di Myanmar.

Dr. Yulianto Syahyu, SH., MH. menegaskan bahwa perdagangan orang tersebut merupakan tindak pidana yang dapat dilakukan lintas negara tersebut agar segera dihentikan, dan pemerintah segera memulangkan puluhan WNI yang disekap di Myanmar, serta menindak para pelaku yang terlibat dalam perdagangan orang ini.

Sepertinya mereka ini TKI yang berpendidikan, awalnya mereka diiming-imingi pekerjaan sebagai operator komputer di salah satu bursa saham di Thailand oleh perekrut dengan gaji yang dijanjikan senilai Rp 8-10 juta per bulan. Dengan gaji sebesar itu, mereka bekerja selama 12 jam kerja per hari. Mereka juga dijanjikan mendapatkan makan sebanyak 4 kali sehari serta fasilitas tempat tinggal secara gratis,
Menurut Syahyu, jika ditangani secara serius kiranya negara tidak terlalu sulit menelusuri para pelaku dibalik ini semua, penyekapan para korban oleh perusahaan yang dijaga ketat oleh orang-orang bersenjata dan berseragam militer di area perusahaan. Kemudian HP milik para korban juga disita oleh pihak perusahaan dengan tujuan pembatasan akses komunikasi. Ini kejahatan kemanusiaan luar biasa.

Berdasarkan data dan informasi yang ada, kedua puluh korban meminta dipulangkan tetapi pihak perusahaan memaksa korban untuk membayar denda sebanyak 75.000 Yuan sehingga para korban terpaksa untuk tetap bekerja,” lontar Syahyu yang Praktisi Hukum dan Akademisi dari Fakultas Hukum Ubhara Jaya ini

Menurut Syahyu, pemerintah Indonesia dapat bertindak tegas dalam melindungi dan menyelamatkan warganya dari tindak pidana perdagangan orang. Mereka bekerja hingga malam dalam keadaan gelap.

“Kami para wni yang terjebak di Myanmar mohon bantuan kepada pemerintah Indonesia kepada instansi terkait buat membantu pemulangan kami di sini karena kami di sini sudah terpuruk dan terancam ditambah di-sini sedang berada di-zona perang setiap malam kita bekerja dalam kondisi gelap gulita tapi kita tetap harus bekerja dan suara bom juga terdengar dimana-mana
dan lagi kita memiliki target setiap harinya harus kita penuhi dan jika kita tidak memenuhi target itu hukuman siap menanti kita dari mulai
lari-lari keliling lapangan di-bawah terik matahari 20 kali keliling push up ratusan kali bahkan ribuan skuad jam disetrum bahkan dicambuk pemukulan Jalan jongkok,” ujar korban melalui sebuah video youtube yang diunggah Trubunnews.

Dalam video pendek berdurasi 2:42 menit itu tampak wajah-wajah muram yang mengharapkan bantuan pemerintah Indonesia secepatnya.

“Hal ini menurut kami tidak manusiawi kami sudah jalani dan *sudah* alami itu semua disini untuk itu kami mohon bantuan kepada pemerintah” pinta seorang dari 20 korban traffiching. Menurut Syahyu kita selesaikan dulu hal-hal yang mendasar, selagi perdagangan orang (WNI) belum dapat diatasi jangan harap perdagangan sektor lain seperti barang dan jasa dapat berkembang dengan baik,”demikian Tutup Syahyu.

Editor: Aliwardana

Berita Lainnya

Tags: , ,

Update News

Bupati Rudy Susmanto Tekankan Perizinan Terintegrasi demi Pembangunan Berkelanjutan di Bogor

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terus memperkuat tata kelola perizinan sebagai langkah strategis...

Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Pelayanan Haji, Fasilitas Terpadu Segera Hadir

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi...

Kuasa Hukum PT Panca Tetrasa Tegaskan Somasi Tak Berdasar, Ungkap Dugaan Pelanggaran Direksi

Bogor, Siber24jam.com — Polemik internal di tubuh PT Panca Tetrasa kian memanas setelah adanya somasi...

Rudy Susmanto Tertibkan PKL Pasar Parung, Kawasan Disulap Lebih Rapi dan Nyaman

PARUNG, Siber24jam.com – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus...