Update

Pesta Kesenian Adat Batak Karo, Bupati Marwan Ikut Menari Tarian Odak-odak

pesta kesenian adatBupati Sukabumi Marwan Hamami, ikut menari tarian odak-odak khas masyarakat Batak Karo, pada acara pesta kesenian adat Batak Karo, yang diselenggarakan masyarakat Batak Karo Sukabumi (foto dok sukabumikab.go.id)

Sukabumi,Siber24jam.com- Pesta Kesenian adat Batak Karo yang berlangsung di salah satu tempat di Jalan Pangleseran, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/01/2023) lalu berlangsung meriah.

Kemeriahan  kian riuh ketika Bupati Sukabumi Marwan Hamami, beserta sejumlah tamu undangan ikut menari tarian khas masyarakat Batak Karo yang disebut odak-odak. Orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu tampak menikmati tarian yang menggambarkan kegembiraan itu.

“Acara pesta kesenian Batak Karo, di Kabupaten Sukabumi, bisa terselenggara berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Pak Bupati Marwan Hamami. Dimana beliau hadir langsung ditengah masyarakat Batak Karo yang tinggal di Sukabumi Raya,” kata Ketua Persadan Sada Nioga (PSN) Bobby Jonson, dikutip dari laman sukabumikab.go.id, Minggu (22/01/2023).

Bobby pun tak lupa mengucapkan terima kasih tak terhingga atas kedatangan Bupati Sukabumi. Kehadirian Bupati Sukabumi, sebut Bobby membawa rasa bangga bagi seluruh masyarakat Batak Karo yang tinggal di Sukabumi Raya. “Masyarakat Batak Karo yang tinggal di Kabupaten Sukabumi, siap berkiprah membangun Kabupaten Sukabumi,” tegas Bobby.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, pesta kesenian Gendang Karo Mburo Ate Tedeh yang digelar masyarakat Batak Karo yang tinggal di Kabupaten Sukabumi sangat luar biasa. Masyarakat Batak Karo, meski tinggal di perantauan mereka tidak lupa dengan kesenian dan adat yang diwariskan turun temurun. Pesta ini kata Bupati Marwan, aksinya nyata dari pelestarian budaya leluhur.

Menurut Bupati  Marwan Hamami, masyarakat Karo adalah masyarakat yang memiliki kekayaan budaya, tradisi, adat istiadat yang khas, masyarakat yang teguh dalam pendirian, mandiri dan suka bekerja keras, sifat mudah menyesuaikan diri dan sikap berpegang teguh pada prinsip prinsip moral dari keluhuran adat dan budaya.

“Acara ini harus dijadikan momentum untuk memunculkan energi positif yang merekatkan persahabatan dan persaudaraan antar adat, antar suku dan antar daerah, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah negara kesatuan republik Indonesia tetap terjaga” tegasnya.

Bupati Marwan menegaskan, masyarakat Karo merupakan saudara sebangsa dan se tanah air, kesenian dan adat pun merupakan salah satu bagian dari aset bangsa Indonesia yang sangat berharga dan harus terjaga kelestariannya.

“Saya berharap acara ini bisa memberikan satu kesamaan pandangan dan pemikiran untuk ikut bersama sama membangun Kabupaten Sukabumi, bahkan lebih jaun lagi, kegiatan ini menjadi energi positif bagi generasi muda untuk menghormati kebudayaan bangsa,” kata Bupati Marwan menutupi. ***

 

Editor : Mochamad Yusuf

 

Berita Lainnya

Update News

Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Masuk Tahap Verifikasi, Mengapa Pelepasan 3.800 Hektare Hutan Ikut Disorot KPK?

Siber24jam.com,  JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memverifikasi laporan penolakan gratifikasi yang disampaikan Menteri...

Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Masuk Tahap Verifikasi, Mengapa Pelepasan 3.800 Hektare Hutan Ikut Disorot KPK?

JAKARTA Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memverifikasi laporan penolakan gratifikasi yang disampaikan Menteri...

Jika Terpilih, Hendrika Ingin Ubah Patoman Menjadi Sentra Kedaulatan Pangan

PRINGSEWU Siber24jam.com – Tekad menjadikan Pekon Patoman sebagai desa yang mandiri dan berdaulat di bidang...

Bogor Koi Show 2026 Sukses Digelar, Kabupaten Bogor Perkuat Posisi sebagai Sentra Koi Nasional

CIBINONG Siber24jam.com – Bogor Koi Show 2026 sukses diselenggarakan di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor,...