Update

Sekolah Vokasi IPB Gelar Pelatihan Suruput Class Fun Sensory Introduction

Bogor, Siber24jam.com – Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan (PS TMP), Sekolah Vokasi IPB bekerjasama dengan Lastbrew.id, Sumber Anugrah Roastery dan SUJI menyelenggarakan pelatihan Suruput Class, Fun Sensory Introduction di gedung Delta Sekolah Vokasi IPB.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Restu Dewa, berlicensed Q Grader dan SCA Intermediate Roaster, dan diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang baik dari industri kopi, pemilik café, dosen dan mahasiswa, ujar Ade Astri Muliasari selaku Ketua Program Studi TMP (12/6/2022).

Ketika menikmati secangkir kopi, sensory penikmat kopi yang terlatih akan mengaitkannya dengan karakter rasa dan aroma tertentu.

Mulai dari aroma buah-buahan, cokelat, sirup, rempah, dan rasa umami yang sering terasa saat mencoba kopi. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi penikmat kopi dan menjadi sesuatu yang memuaskan ketika aroma tersebut dapat terpecahkan.

Menurut Ade Astri Muliasari, aroma dan cita rasa kopi tentunya dipengaruhi oleh lingkungan tempat tumbuh.

Kondisi tanah, altitude, iklim, kultur teknis, penanganan pascapanen, proses roasting selera penikmat hingga cupper (penilai karakter kopi) dapat mempengaruhi citarasa kopi yang dihasilkan.

Fun sensory adalah sebuah cara untuk memahami bagaimana kita menafsirkan karakteristik dari makanan, minuman dan buah yang dirasakan oleh lidah kita.

Metode ini bertujuan agar indera pengecap kita menjadi lebih terlatih dan peka terhadap perbedaan yang terkandung dalam rasa kopi. Kita juga dapat melihat pada kemasan kopi, disitu terdapat panduan catatan aroma atau Flavor notes.

Contoh rasa yang kaya mencakup seperti karamel, sirup gula, cokelat, plum, atau kismis. Sementara rasa yang lembut mencakup serai, jeruk, dan kelapa.

Metode suruput kopi untuk menganalisis aroma dilakukan dengan cara kopi diseduh menggunakan metode tubruk.

Kemudian kita ambil menggunakan coffee cupping spoon lalu di dorong layer teratas ini sebanyak 3 kali dan cium aromanya. Aromanya lebih riil dan untuk menegaskan sebagai bentuk konsistensi rasa, ujar Restu Dewa.

Setelahnya, kopi diseruput kencang. Sampel kopi yang tersiram ke seluruh bagian mulut membantu peserta lebih mengenali taste, aftertaste, acidity, dan body kopi yang sedang diobservasi. (***)

Editor : Edwin Suwandana

 

Tags: , , , , , , , , ,

WordPress Ads