Update

Prevalensi Stunting Turun Signifikan, Pemkab Bogor Matangkan Laporan Akhir TP3S

siber24jam.com Cibinong – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) tingkat kabupaten di Gedung Serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor, Rabu (17/12/2025). Rapat ini difokuskan pada finalisasi laporan TP3S serta penyelarasan perencanaan program penurunan stunting lintas perangkat daerah.

Mewakili Bupati Bogor, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Zaenal Ashari menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan investasi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan kebijakan nasional dan visi pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, penurunan stunting menjadi prioritas pembangunan, yang dijalankan melalui sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis desa dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Kabupaten Bogor mencatat capaian signifikan dengan penurunan prevalensi stunting dari 34,96 persen pada 2019 menjadi 18,9 persen pada 2024, sekaligus meraih penghargaan Kabupaten/Kota Akseleratif Progresif Penurunan Stunting tingkat Provinsi Jawa Barat periode 2019–2024.

Sejumlah langkah strategis yang ditekankan dalam rapat tersebut meliputi konvergensi intervensi gizi spesifik dan sensitif, penerapan pendekatan by name by address agar intervensi tepat sasaran, penguatan kapasitas petugas lapangan, serta peningkatan koordinasi dan pengawasan lintas sektor. Program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi bagian penting dari percepatan penurunan stunting.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustiani, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan menyusun laporan akhir TP3S yang berbasis data dan rekomendasi program yang terukur untuk tahun berikutnya, khususnya dalam memperkuat intervensi di tingkat desa dan kelurahan keluarga sasaran.

Ia menekankan pentingnya prinsip kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Satu Data, Satu Perencanaan, dan Satu Aksi agar seluruh perangkat daerah menggunakan basis data yang sama dalam pelaksanaan program, guna mewujudkan target zero new stunting di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini didukung pendanaan dari Dana Khusus Bantuan Operasional Keluarga Berencana.

Berita Lainnya

Tags:

Update News

Dunia Anjing dan Babi: Urus Izin Berkas Lengkap, Kok Masih Cari Pelumas?

Siber24jam.com — Di negeri yang penduduknya Anjing dan penguasanya Babi, mengurus izin ternyata tidak cukup...

Kasus CPO Makin Panas, Kejagung Serahkan YHF ke Penuntut Umum

JAKARTA, Siber24jam.com — Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) menyerahkan...

Kampanye Anti-Bullying Tim II KKN UNDIP 2026, Dorong Siswa SDN 1 Purworejo Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Saling Menghargai

WONOGIRI Siber24jam.com, 8 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro...

Cegah Bullying Sejak Dini, KKN Tim II UNDIP Ajak Siswa SDN 1 Purworejo Bangun Sekolah Aman dan Nyaman

WONOGIRI Siber24jam.com, 8 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro...