Update

Pemkab Bogor Integrasikan Program Daerah untuk Tekan Defisit dan Kurangi Pengangguran

siber24jam.com CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah strategis untuk menghadapi ancaman defisit anggaran tahun 2026 sekaligus mengatasi masalah pengangguran.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa efisiensi belanja wajib dan integrasi program antar perangkat daerah menjadi kunci utama, didukung potensi serapan tenaga kerja melalui program nasional Makan Bergizi (MBG).

Dalam arahannya, Rudy menyoroti empat tantangan utama yang berpotensi membebani APBD 2026, sebagai dampak kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.

“Dana transfer pusat mengalami pemotongan, iuran BPJS yang sebelumnya ditanggung provinsi kini hanya sebagian, Dana Alokasi Khusus (DAK) ditiadakan, dan beban gaji P3K guru kini harus ditanggung APBD,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak finansial tersebut, Rudy menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar menghentikan pola kerja “jalan sendiri-sendiri” dan beralih ke model integrasi klaster usaha.

“Berapapun uang yang dikeluarkan, harus berdampak langsung pada pergerakan ekonomi masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” tegas Rudy.

Sebagai contoh, Rudy menjelaskan integrasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perindustrian, dan Dinas Koperasi.

“Dinas Koperasi bisa menggelar pelatihan pembuatan sepatu, Dinas Perindustrian menyiapkan mesin dan bahan baku, sementara peserta diambil dari klaster yang sama. Produk akhirnya bisa diserap sebagai pengadaan seragam sekolah,” terangnya.

Rudy menargetkan setiap perangkat daerah menyelenggarakan minimal satu klaster pelatihan dan bantuan usaha, untuk mendorong lahirnya banyak wirausahawan baru di Kabupaten Bogor.

Selain itu, Rudy menilai Program Makan Bergizi (MBG) dapat menggerakkan ekonomi lokal secara masif. Ia menargetkan 570 dapur MBG beroperasi di seluruh wilayah Bogor.

“Satu dapur bisa mempekerjakan sekitar 50 orang, mulai dari juru masak, petugas kebersihan, hingga pencuci peralatan. Jika ada 570 dapur, berarti kita bisa menciptakan 28.500 lapangan kerja baru,” ungkapnya.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Dari Solo ke Singapura dan Australia, Jejak Pendidikan Gibran Jadi Momentum Evaluasi Sistem Pendidikan Nasional

Jakarta 12 Oktober 2026 Siber24jam.com – Pendidikan tidak semestinya hanya diukur dari lamanya seseorangom duduk...

Jasa Pengurusan Izin Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat, Biaya Jasa Terjangkau dan Konsultasi Administrasi

Siber24jam.com PT MEDIA BERITA TERKINI Jasa Pengurusan Perizinan, Legalitas Usaha, Bangunan, Properti dan Pertanahan Melayani...

Publikasi Kinerja Disdik Kabupaten Bogor 2026: Beasiswa Guru PAUD, Bantuan Siswa SMP Swasta hingga Prestasi Pelajar

BOGOR Siber24jam.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mempublikasikan capaian kinerja tahun 2026 melalui berbagai program...

Kolaborasi Antam dan Karang Taruna Nanggung, Pemuda Dibekali Advokasi Pendidikan, Kesehatan, dan Hukum

BOGOR Siber24jam.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor...