Update

Jaro Peloy: Agama Jangan Berhenti di Tempat Ibadah, Nilai-Nilainya Harus Menjadi Budaya Kehidupan Masyarakat

CIBINONG, Siber24jam.com Agama tidak boleh hanya dipahami sebagai teks, simbol, maupun ritual formal yang dijalankan di tempat ibadah. Lebih dari itu, agama harus menjadi sumber nilai moral yang membentuk karakter, perilaku, dan kebudayaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi PKB Kabupaten Bogor sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jaro Peloy, dalam wawancara eksklusif bersama wartawan Siber24jam.com dan Liputan08.com di ruang kerjanya, Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (3/11/2026).

Dalam wawancara tersebut, Jaro Peloy mengemukakan pandangan filosofis mengenai hubungan agama dan budaya. Menurutnya, keduanya memiliki sumber dan karakteristik yang berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat yang beradab.

“Agama bersumber dari wahyu Ilahi, bersifat transendental dan mutlak. Sementara budaya merupakan hasil budi daya, cipta, rasa, dan karsa manusia yang bersifat kontekstual serta dinamis,” demikian pokok pemikiran yang disampaikan Jaro Peloy.

Ia menilai, perbedaan sumber tersebut tidak semestinya menjadikan agama dan budaya dipertentangkan. Sebaliknya, agama dapat memberikan arah moral bagi perkembangan budaya, sedangkan budaya menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial.

Dalam penjelasannya, Jaro Peloy menyampaikan sebuah ungkapan yang menjadi inti pemikirannya.

“Budaya lain agama, tapi agama kudu ngabudaya!”

Ungkapan tersebut mengandung pesan bahwa agama tidak boleh terjebak dalam formalitas keberagamaan. Nilai-nilai agama harus hidup dalam kebiasaan, tradisi, interaksi sosial, serta cara masyarakat memperlakukan sesama manusia dan lingkungannya.

Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya menunjukkan identitas keagamaan melalui kegiatan ibadah. Keberagamaan juga harus tercermin melalui kejujuran, kasih sayang, kepedulian, kebersihan, keadilan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap hak orang lain.

Dengan demikian, ukuran keberagamaan tidak semata-mata dilihat dari seberapa sering seseorang menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai luhur agama tercermin dalam perilaku dan kontribusinya terhadap kehidupan masyarakat.

Wartawan: Bagaimana Bapak memandang hubungan agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat saat ini?

Jaro Peloy: Agama dan budaya mempunyai karakteristik yang berbeda. Agama bersumber dari wahyu Ilahi, sedangkan budaya merupakan hasil pemikiran, kreativitas, dan pengalaman manusia. Namun, keduanya tidak harus dipertentangkan. Agama memberikan pedoman moral, sementara budaya menjadi salah satu ruang untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

Wartawan: Mengapa Bapak mengatakan agama harus membudaya?

Jaro Peloy: Karena agama jangan hanya menjadi teks mati atau ritual formal di tempat ibadah. Nilai-nilai agama harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran harus menjadi kebiasaan, kasih sayang harus menjadi karakter, kebersihan harus menjadi budaya, dan keadilan harus menjadi prinsip dalam memperlakukan orang lain. Kalau nilai-nilai itu sudah menjadi kebiasaan masyarakat, berarti agama telah membumi dalam kehidupan sosial.

Wartawan: Bagaimana dengan adat istiadat dan tradisi yang diwariskan para leluhur?

Jaro Peloy: Adat istiadat dan tradisi merupakan bagian dari kearifan lokal yang memiliki nilai penting. Warisan leluhur harus dihargai karena di dalamnya terdapat pengalaman, kebijaksanaan, dan identitas masyarakat. Tradisi juga dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan, menjaga keharmonisan, dan membangun hubungan manusia dengan alam semesta. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan nilai-nilai moral dan ajaran agama.

Wartawan: Apa hubungan pemikiran tersebut dengan konsep amar makruf nahi munkar?

Jaro Peloy: Amar makruf nahi munkar bukan hanya slogan keagamaan. Maknanya adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Prinsip tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebaikan harus menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar sesuatu yang dibicarakan.

Wartawan: Apa pesan Bapak kepada masyarakat agar nilai agama benar-benar menjadi budaya?

Jaro Peloy: Mulailah dari hal-hal sederhana. Jujur dalam bekerja, menjaga kebersihan lingkungan, menghormati perbedaan, menyayangi sesama, tidak mengambil hak orang lain, serta berlaku adil. Jangan sampai seseorang terlihat religius dalam kegiatan formal, tetapi perilakunya justru bertentangan dengan nilai-nilai agama. Keberagamaan harus terlihat dari akhlak dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Membangun Kebudayaan yang Berlandaskan Moralitas

Lebih jauh, pemikiran Jaro Peloy memiliki relevansi dengan tantangan kehidupan masyarakat modern. Di tengah perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan semakin terbukanya arus informasi, masyarakat membutuhkan fondasi moral yang kuat agar kemajuan tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga dari kualitas karakter dan peradaban.

Dalam perspektif sosial, budaya bukan sekadar kesenian, pakaian adat, upacara tradisional, maupun peninggalan sejarah. Budaya juga mencakup pola pikir, kebiasaan, etika, tata krama, dan sistem nilai yang hidup serta berkembang di tengah masyarakat.

Karena itu, membudayakan agama berarti menjadikan ajaran kebaikan sebagai pedoman dalam membangun kebiasaan kolektif. Kejujuran tidak hanya dituntut dari individu, tetapi harus menjadi standar dalam organisasi dan pemerintahan. Keadilan tidak cukup menjadi semboyan, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan publik. Demikian pula kepedulian sosial harus hadir dalam tindakan nyata, bukan berhenti pada ucapan.

Dalam konteks kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor yang memiliki keberagaman adat, tradisi, dan latar belakang sosial, pendekatan tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperkuat kerukunan dan persatuan.

Kearifan lokal perlu dirawat sebagai identitas masyarakat, sementara nilai-nilai agama menjadi kompas moral dalam mengarahkan perkembangan kehidupan sosial. Keduanya dapat berjalan beriringan selama tetap menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama.

Agama sebagai Pedoman Peradaban

Pemikiran yang disampaikan Jaro Peloy pada akhirnya mengarah pada satu kesimpulan penting: keberhasilan kehidupan beragama tidak cukup diukur dari banyaknya simbol dan kegiatan seremonial, tetapi juga dari kemampuan nilai-nilai agama membentuk masyarakat yang berakhlak.

Agama seharusnya melahirkan manusia yang jujur, amanah, peduli, adil, dan bertanggung jawab. Sementara budaya yang baik menjadi sarana untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun masyarakat beradab membutuhkan lebih dari sekadar aturan dan slogan. Dibutuhkan keteladanan, konsistensi, serta kesediaan setiap individu menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan.

Sebagaimana inti pemikiran Jaro Peloy, budaya boleh berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai-nilai luhur agama harus tetap menjadi pedoman. Pada titik inilah agama tidak hanya hadir dalam ruang ibadah, melainkan hidup dalam perilaku manusia dan membentuk peradaban masyarakat.

Wawancara eksklusif wartawan Siber24jam.com dan Liputan08.com.

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

Jaro Peloy: Agama Jangan Berhenti di Tempat Ibadah, Nilai-Nilainya Harus Menjadi Budaya Kehidupan Masyarakat

CIBINONG, Siber24jam.com Agama tidak boleh hanya dipahami sebagai teks, simbol, maupun ritual formal yang dijalankan...

Skandal Ekspor Mineral PT PMM Terbongkar! Kandungan Logam Tanah Jarang Diduga Disembunyikan, Tiga Pejabat Jadi Tersangka

Siber24jam.com, PANGKALPINANG Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung...

Bupati Rudy Susmanto Lepas Jemaah Umrah Gratis, Marbot Masjid hingga Pengabdi Masyarakat Dapat Apresiasi

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto melepas keberangkatan jemaah umrah gratis Pemerintah Kabupaten Bogor...

Dapat Hadiah Umrah Gratis dari Bupati Rudy Susmanto, Marbot hingga Petugas Damkar Ungkapkan Syukur

CIBINONG Siber24jam.com  – Program umrah gratis yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati...