NANGGEWER MEKAR Siber24jam.com – Rasa aman masyarakat Kelurahan Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, kembali...
NANGGEWER MEKAR Siber24jam.com – Rasa aman masyarakat Kelurahan Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, kembali terusik. Setelah sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kini aksi pencurian hewan ternak juga kembali terjadi dengan cara yang mengerikan.
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (2/11/2026) dini hari di Kampung Tarikolot RT 02 RW 06, Kelurahan Nanggewer Mekar. Seorang warga kehilangan tiga ekor kambing yang berada di dalam kandang.
Ironisnya, pelaku diduga tidak sekadar membawa kabur hewan ternak. Kambing tersebut dipotong langsung di dalam kandang. Saat pemilik memeriksa kandangnya, ia mendapati tiga ekor kambing telah hilang, sementara bagian dalam tubuh hewan yang dipotong tertinggal dalam kondisi mengenaskan.
Peristiwa tersebut menambah keresahan warga. Pasalnya, kejadian serupa disebut pernah terjadi sebelumnya di wilayah RW yang sama.
Ketua RT setempat, Ismail, mengungkapkan bahwa pencurian ternak tersebut membuat warga semakin khawatir terhadap keamanan lingkungan.
“Ini sangat meresahkan. Warga tentu tidak menyangka pencurian bisa terjadi sampai hewan ternak dipotong langsung di dalam kandang. Kami berharap ada perhatian serius dari pihak kelurahan dan aparat keamanan agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ungkap Ismail.
Persoalan tersebut mendapat perhatian anggota DPRD Kabupaten Bogor, Wakil Ketua Komisi I, KH Achmad Yaudin Sogir. Ia menilai, kejadian berulang harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah kelurahan, khususnya dalam mengoordinasikan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, lurah tidak cukup hanya menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi harus mampu hadir, mendengar keluhan warga, serta membangun koordinasi aktif dengan RT, RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan unsur masyarakat.
“Kalau kejadian pencurian kendaraan bermotor dan pencurian hewan ternak terus berulang, ini tidak boleh dianggap persoalan biasa. Lurah harus mengambil langkah konkret, mengoordinasikan seluruh unsur kewilayahan, memperkuat ronda malam, dan memastikan laporan masyarakat ditindaklanjuti,” tegas KH Achmad Yaudin Sogir.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan lurah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kondusivitas wilayah. Karena itu, penempatan pejabat di wilayah yang memiliki persoalan keamanan dan kompleksitas sosial harus mempertimbangkan kemampuan kepemimpinan, ketegasan, serta kecakapan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Nanggewer Mekar membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan mampu bekerja. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa pejabat yang ditempatkan di wilayah tersebut adalah orang-orang terbaik, yang memiliki kemampuan menggerakkan masyarakat dan membangun koordinasi lintas sektor. Jangan sampai masyarakat terus dihantui rasa takut sementara persoalan keamanan tidak tertangani dengan baik,” tambahnya.
Sebagai mitra kerja Komisi I DPRD Kabupaten Bogor yang membidangi pemerintahan, ia mendorong agar persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah.
Ia juga meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan pencurian tersebut, mengungkap pelaku, serta meningkatkan patroli, terutama pada jam-jam rawan dini hari.
Keamanan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab warga melalui ronda malam. Pemerintah kelurahan dan aparat keamanan harus hadir memberikan perlindungan dan kepastian hukum.
Jika pencurian kendaraan bermotor hingga pencurian ternak terus berulang, maka persoalannya bukan lagi sekadar kehilangan harta benda. Lebih dari itu, rasa aman masyarakat sedang dipertaruhkan.
Oplus_131072












