Update

Bupati Bogor Apresiasi Sutradara Muda Asal Citeureup yang Raih Penghargaan Internasional

siber24jam.com Cibinong, 18 September 2025 – Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan apresiasi tinggi kepada Ineu Rahmawati, sutradara muda asal Kecamatan Citeureup, yang sukses mengharumkan nama Kabupaten Bogor di kancah internasional lewat film dokumenter pendek berjudul Mama Jo. Film tersebut berhasil meraih penghargaan bergengsi kategori “Best Short Documentary” pada ajang Golden FEMI Film Festival 2025 yang digelar di Hotel Balkan Palace, Sofia, Bulgaria, pada 7 Juni 2025.

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Bupati dalam acara penyambutan Ineu Rahmawati dan tim produksi Mama Jo di Pendopo Bupati Bogor pada Kamis malam (17/9).

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi ini. Semoga keberhasilan Ineu bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat Kabupaten Bogor untuk terus berkarya dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bupati Rudy Susmanto.

Sementara itu, Ineu Rahmawati menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor serta antusiasme masyarakat terhadap film Mama Jo.

“Terima kasih kepada Bupati Bogor yang telah mengundang kami dan memberikan penghargaan atas karya ini. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat atas dukungannya. Kami berharap Pemkab Bogor terus menjadi jembatan bagi sineas muda untuk terus berkarya,” ujar Ineu.

Film Mama Jo mengangkat kisah inspiratif tentang Santi, seorang ibu tangguh asal Indonesia, dan anaknya Johan yang berusia 9 tahun dan hidup dengan cerebral palsy. Melalui dokumenter ini, Ineu berusaha menyuarakan perjuangan dan keteguhan keluarga penyandang disabilitas, sebuah realitas yang kerap terabaikan di masyarakat.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda daerah memiliki potensi besar untuk bersinar di panggung dunia, sekaligus membawa pesan kemanusiaan yang kuat kepada publik internasional.

Berita Lainnya

Tags: ,

Update News

KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting Aspri Ridwan Kamil Diperiksa, KPK Dalami Jejak Dana Iklan BJB KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Salah satu yang menjadi perhatian penyidik adalah keterangan Randy Kusumaatmadja, mantan asisten pribadi Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, Ridwan Kamil. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Randy diperiksa untuk mengurai keluar-masuk serta pengelolaan uang yang berkaitan dengan perkara tersebut. “Penyidik berkeyakinan bahwa saksi-saksi yang dilakukan pemanggilan, termasuk asisten pribadi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ini diduga mengetahui terkait dengan keluar masuknya uang, termasuk juga pengelolaan uang,” kata Budi, Jumat (2/10/2026). KPK tengah menelusuri pengadaan iklan Bank BJB yang nilainya sekitar Rp400 miliar. Dari jumlah tersebut, penyidik menduga hanya sekitar 50 persen yang digunakan untuk pengadaan iklan, sedangkan sisanya diduga masuk ke dana nonbudgeter dan mengalir kepada sejumlah pihak. Menurut Budi, posisi Randy penting untuk membantu penyidik mengurai asal uang, penggunaannya, pihak yang memberikan perintah, hingga ke mana dana tersebut mengalir. “Bisa jadi menjadi hub ya, placement uang masuk, kemudian peruntukan dari uang itu, nah kemudian dari siapa ini alur perintahnya, kemudian alirannya kepada siapa saja, ini semuanya didalami,” ujarnya. KPK juga mendalami aktivitas Ridwan Kamil ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, termasuk penggunaan anggaran dan dugaan keberadaan dana taktis di luar anggaran APBD. Selain itu, penyidik sebelumnya telah menelusuri aktivitas penukaran mata uang asing yang dilakukan Ridwan Kamil pada periode 2021–2024 dengan nilai miliaran rupiah. KPK menyatakan masih mendalami sumber pembiayaan, tujuan transaksi, serta aktivitas yang berkaitan dengan perkara tersebut. KPK juga sedang menghitung potensi kerugian keuangan negara dalam klaster pertama perkara, yakni dugaan penyimpangan dan pengondisian pengadaan iklan Bank BJB, dengan berkoordinasi bersama auditor negara. Seluruh informasi tersebut masih berada dalam tahap penyidikan KPK. Status dan keterlibatan masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan serta alat bukti yang diperoleh.

JAKARTA, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan...

Nobar Indonesia-Bangladesh Digelar Rudy Susmanto, UMKM Kebagian Berkah

CIBINONG Siber24jam.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Indonesia kontra...

Bupati Bogor Dukung Tegar Beriman Championship, 2.361 Pesilat Adu Prestasi

CIBINONG Siber24jam.com – Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah Tegar Beriman Championship yang diikuti 2.361 pesilat...

Aspri Ridwan Kamil Diperiksa, KPK Dalami Jejak Dana Iklan BJB

JAKARTA Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan...