CIBINONG Siber24jam.com — Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji Kloter 07 JKS...
Bogor, Siber24jam.com – PWI Kabupaten Bogor kembali menggelar pengajian rutin secara online pada Kamis, 19 September 2024, dengan tema “Jangan Berbuat Dosa di Usia Senja.”Kajian ini disampaikan oleh KH Achmad Yaudin Sogir, yang menekankan pentingnya menjaga diri dari dosa di usia 50, 55, dan 60 tahun ke atas. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa semakin bertambahnya usia, waktu semakin sempit, sehingga kesempatan untuk bertobat harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Mengutip berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis, KH Achmad Yaudin menekankan bahwa di usia senja, seseorang harus memperbanyak amal saleh dan berhenti dari segala bentuk dosa. “Usia senja adalah masa yang kritis, di mana kematian semakin dekat. Saatnya kita memperbanyak istighfar dan menjauhi segala bentuk maksiat,” ungkap KH Achmad Yaudin.
Dalam kajian ini, KH Achmad Yaudin menyebut firman Allah dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10 sebagai pengingat akan pentingnya memanfaatkan harta dan waktu sebelum ajal tiba:
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau menangguhkan (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.’”
Dari ayat tersebut, KH Achmad Yaudin menegaskan bahwa ketika kematian menjemput, penyesalan tidak akan membawa hasil. Oleh karena itu, di usia senja, setiap individu harus menyadari bahwa waktu sangat berharga. “Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat dan memperbaiki diri. Jangan sampai kita menunda hingga ajal tiba,” ujarnya.
KH Achmad Yaudin juga merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: _”Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.”_ Beliau menegaskan bahwa usia yang panjang adalah anugerah dari Allah, tetapi anugerah ini harus diiringi dengan peningkatan amal kebaikan. “Ketika seseorang memasuki usia 50, 55, atau 60 tahun, dia harus lebih giat beribadah karena ajal semakin dekat,” jelasnya.
KH Achmad Yaudin juga mengingatkan bahwa sekalipun seseorang telah banyak berbuat dosa di masa mudanya, pintu taubat selalu terbuka hingga akhir hayat. Beliau mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
_”Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat (hari kiamat), niscaya Allah menerima taubatnya.”_
Rasulullah SAW dalam hadis ini menegaskan bahwa selama nyawa masih di badan, pintu taubat masih terbuka. Namun, KH Achmad Yaudin memperingatkan agar tidak menunda-nunda taubat, karena manusia tidak pernah tahu kapan ajal akan datang. “Jangan menunda taubat, karena kita tidak bisa memastikan kapan ajal menjemput,” ungkapnya.
Beliau juga mengutip hadis lain dari Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
“Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum sampai di tenggorokan.”_
Dalam hadis ini, KH Achmad Yaudin menjelaskan bahwa Allah Maha Penerima Taubat, tetapi hamba-Nya harus memanfaatkan waktu sebelum terlambat, yakni sebelum ajal tiba. “Bahkan dosa-dosa kecil harus diwaspadai, karena jika dibiarkan terus-menerus tanpa taubat, dapat merusak akhir hidup seseorang,” tambahnya.
Menjelang akhir kajiannya, KH Achmad Yaudin menekankan pentingnya persiapan menghadapi ajal. Beliau mengingatkan bahwa setiap detik adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, bersedekah, beribadah, dan menjauhi segala bentuk dosa. “Persiapkan bekal sebelum Allah memanggil kita. Jangan sampai kita datang kepada-Nya tanpa persiapan yang cukup,” pesannya.
KH Achmad Yaudin menutup tausiyah dengan doa agar semua jamaah diberikan kematian dalam keadaan husnul khatimah. “Semoga Allah SWT memberikan kita kematian dalam keadaan husnul khatimah, yaitu meninggal dalam iman dan amal saleh,” pungkasnya.











