CIBINONG Siber24jam.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengapresiasi kemeriahan Helaran Budaya Mapag Pajajaran...
Banten, Siber24jam.com – Pengajian rutin mingguan atau “Khomisan” telah berlangsung selama puluhan tahun sejak tahun 1973 di Kampung Kananga, Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kampung ini dikenal sebagai pusat keilmuan Islam, tempat para santri menimba ilmu di bawah bimbingan para ulama kharismatik Banten. Salah satu ulama besar yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren Kananga adalah Almagfurlah Abah Ageng KH TB Abd Mu’ti, yang kemudian dilanjutkan oleh putranya, Abah KH TB Abd Hakim.
Pondok Pesantren Kananga telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah, seperti Bangka Belitung, Lampung, Padang, Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jabotabek, dan Tasikmalaya. Uniknya, banyak alumni pondok ini yang berhasil menjadi birokrat, politisi, akademisi, ulama, pengusaha, bahkan petani. KH Agus Salim, alumni tahun 1978 yang kini berusia 72 tahun, adalah salah satu tokoh yang telah berkiprah sebagai pengusaha, politisi, dan ulama. Beliau bahkan menjadi anggota legislatif pertama dari PKB di Kabupaten Bogor pada periode 2004 2009.
Kini, estafet perjuangan ini diteruskan oleh KH Achmad Yaudin Sogir, anggota DPRD Kabupaten Bogor periode 2024-2029, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Kananga. Dengan latar belakang sebagai santri, KH Achmad Yaudin Sogir tetap memegang teguh prinsip-prinsip kesederhanaan dan keterlibatan aktif dalam masyarakat. Selain berdakwah, beliau juga memiliki usaha di bidang jasa konsultan, tetapi tetap istiqomah dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan.
KH Achmad Yaudin Sogir menegaskan bahwa keberhasilan dalam dunia politik tidak membuatnya melupakan nilai-nilai pesantren yang telah membentuk kepribadiannya.

“Santri itu harus tetap menjadi bagian dari masyarakat, sederhana dalam hidup tetapi besar dalam manfaat. Itulah yang selalu diajarkan oleh para kiai di Pondok Kananga, termasuk Abah KH TB Abd Hakim dan ayahandanya, KH TB Abd Mu’ti,” ungkap KH Achmad Yaudin Sogir.kamis 12 9 2024
KH TB Abd Hakim, sebagai pengasuh Pondok Kananga, juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai pesantren dalam kehidupan modern.
“Kita sebagai santri harus mampu menjaga warisan ilmu dan keimanan yang ditanamkan oleh para ulama terdahulu. Dengan begitu, kita dapat berperan aktif dalam berbagai bidang, termasuk politik, tanpa kehilangan identitas kesantrian kita,” ujar KH TB Abd Hakim.
Pondok Kananga akan terus melahirkan generasi santri yang tidak hanya mumpuni dalam ilmu agama, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat luas, seperti yang telah dilakukan oleh alumni-alumni sebelumnya.




















