CIBINONG Siber24jam.com – Atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas...
Siber24jam.com, JAKARTA – Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta menggelar konferensi pers untuk memperkenalkan Open Eurasian Film Award “Diamond Butterfly”, ajang penghargaan perfilman internasional yang digagas Rusia. Dalam kesempatan tersebut, Rusia secara resmi mengundang insan perfilman Indonesia untuk berpartisipasi pada penyelenggaraan penghargaan tahun 2026 yang akan digelar di Moskow.
Dalam paparan kepada media, pihak Kedutaan Rusia menjelaskan bahwa Diamond Butterfly bukan sekadar penghargaan perfilman biasa, tetapi merupakan wadah yang bertujuan memperkuat kerja sama budaya dan mempertemukan para pelaku industri film dari berbagai negara Eurasia.
Penghargaan ini didirikan oleh Kementerian Kebudayaan Federasi Rusia bersama Russian Cultural Foundation, dengan tokoh utama di balik pembentukannya adalah sutradara sekaligus akademisi Rusia, Nikita Mikhalkov.
Indonesia Diundang Ikut Berpartisipasi
Dalam konferensi pers dijelaskan, penyelenggaraan musim baru Diamond Butterfly membuka peluang bagi sineas Indonesia untuk memperluas jejaring internasional, memamerkan karya, bertukar pengalaman, sekaligus menjalin kolaborasi dengan pelaku industri perfilman dari berbagai negara.
Pihak penyelenggara berharap keikutsertaan Indonesia semakin memperkuat hubungan budaya kedua negara melalui dunia perfilman.
Penghargaan Perdana Digelar di Moskow
Rusia menjelaskan bahwa malam penganugerahan pertama Diamond Butterfly telah berlangsung pada 27 November 2025 di Moskow.
Ajang tersebut berhasil menarik perhatian dunia dengan menerima sekitar 640 film dari 17 negara yang bersaing dalam berbagai kategori penghargaan.
Hadiahnya Bukan Sekadar Piala
Salah satu hal yang menjadi daya tarik Diamond Butterfly adalah hadiah yang diberikan kepada para pemenang.
Trofi penghargaan berbentuk Diamond Butterfly dirancang oleh seniman terkenal Rusia Yuri Kuper.
Selain trofi, pemenang kategori utama juga memperoleh berlian Yakut asli dengan nilai sekitar US$1.000.
Sementara penerima penghargaan khusus Outstanding Contribution to Cinema mendapatkan berlian Yakut dengan nilai sekitar US$25.000, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka terhadap dunia perfilman.
Kategori Penghargaan
Diamond Butterfly memberikan penghargaan dalam berbagai kategori, di antaranya:
Film Eurasia Terbaik
Film Non-Eurasia Terbaik
Sutradara Terbaik
Aktor Terbaik
Aktris Terbaik
Skenario Terbaik
Sinematografi Terbaik
Musik Terbaik
Tata Artistik Terbaik
Desain Produksi Terbaik
Penghargaan Kontribusi Luar Biasa bagi Perfilman
Film Pendek Terbaik
Indonesia Sudah Pernah Berpartisipasi
Dalam konferensi pers juga diungkapkan bahwa Indonesia telah mulai terlibat dalam kegiatan Diamond Butterfly.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, sutradara Indonesia Naya Anindita masuk nominasi kategori Best Composer.
Selain itu, perwakilan Indonesia juga mengikuti program kreatif internasional bertajuk “Creativity Unites” yang diselenggarakan Russian Cultural Foundation bersama Nikita Mikhalkov Academy.
Program tersebut mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk mengikuti lokakarya, diskusi, hingga produksi film pendek bersama para sineas Rusia.
Daftar Pemenang 2025
Panitia juga mengumumkan sejumlah penerima penghargaan Diamond Butterfly 2025, di antaranya:
Best Non-Eurasian Film: All We Imagine As Light (India)
Best Screenplay: At the Bench (Kyrgyzstan)
Best Music: Melis – Hovhannes Khoshabyan
Best Production Designer: Melis
Best Cinematography: Blask, Red, Yellow
Best Actor: Aleksandr Adabashyan (Two People in One Life and a Dog)
Best Actress: Svetlana Kryuchkova (Two People in One Life and a Dog)
Best Director: Goran Radovanovic (The Halting Problem)
Outstanding Contribution to Cinema: Nikita Mikhalkov
Best Film: Upstream (China)
Menutup konferensi pers, pihak Kedutaan Besar Rusia menyampaikan harapan agar semakin banyak sineas Indonesia ikut ambil bagian dalam Open Eurasian Film Award “Diamond Butterfly” 2026, sehingga hubungan budaya Indonesia dan Rusia dapat semakin erat melalui karya-karya perfilman.
Reporter: Zakar
Berita Lainnya
Tags: Kedubes Rusia, Open Eurasian Film Award "Diamond Butterfly
















