Update

Proyek Bak Penampungan Air di Kabupaten Tanggamus Diduga Terabaikan Aktivis Desak Penegakan Hukum

Tanggamus, Siber24jam.com – 7 Agustus 2024. Proyek bak penampungan air di Kecamatan Cukuh Balak dan Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, yang menelan biaya miliaran rupiah, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang dibiayai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanggamus ini, yang awalnya dirancang untuk menyediakan akses air bersih bagi masyarakat, mengalami masalah serius.

 

Sejak selesai dibangun, bak penampungan air tersebut hanya berfungsi dalam waktu beberapa hari dan kemudian tidak berfungsi lagi. Berita mengenai proyek ini pernah diberitakan oleh Siber24jam pada tahun 2022, yang menyebutkan adanya perbaikan. Namun, perbaikan tersebut hanya berlangsung singkat, dan kini proyek tersebut dibiarkan dalam keadaan tidak terurus.

 

“Setelah sempat mengalir hanya beberapa bulan setelah pemberitaan, aliran air terhenti dan bak penampungan dibiarkan tanpa perawatan. Ini sangat mengecewakan,” ujar salah satu warga setempat pada Rabu, 7 Agustus 2024.

Wardana, seorang aktivis mahasiswa dari Bayangkara, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi proyek ini dan mendesak aparat penegak hukum, terutama kejaksaan, untuk melakukan penyelidikan terhadap semua pihak yang terlibat. Menurut Wardana, jika ditemukan adanya penyimpangan atau korupsi, pelaku harus bertanggung jawab sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

“Saya merasa sangat miris sebagai putra daerah melihat keadaan ini. Uang rakyat yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat malah terbengkalai. Kami mendesak kejaksaan untuk memeriksa semua pihak yang bertanggung jawab, mulai dari dinas pelaksana proyek, kecamatan, hingga desa setempat. Kami juga mempertanyakan peran anggota DPRD dari daerah ini, suara mereka mana?” tegas Wardana.

 

Wardana juga menambahkan bahwa jika ditemukan adanya indikasi korupsi, pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk pelanggaran terkait Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Kondisi ini menegaskan perlunya penanganan serius agar dana publik yang digunakan dalam proyek-proyek penting benar-benar memberikan manfaat yang sesuai dengan tujuan awalnya.

 

Penulis : Nukman Santoso

Edit : Zakar

Berita Lainnya

Update News

Listrik PLN Sering Padam, Warga Perumahan Felicity Semarang Keluhkan Kerusakan Elektronik

Semarang, Siber24jam.com – Warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, khususnya di kawasan Perumahan Felicity, Kota Semarang,...

Dalam Tiga Hari, Satresnarkoba Polres Banyuasin Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dan Amankan Lima Tersangka

Banyuasin, Siber24jam.com — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Banyuasin berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana...

Rudy Susmanto Dukung Film “Sayap Kecil Praja Muda Karana” Angkat Nilai Pramuka dan Wisata Malasari

CIBINONG, Siber24jam.com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto memberikan dukungan penuh terhadap produksi film layar lebar...

Heboh Dugaan Sertifikat Ganda di Bogor, Ali Wardana Minta BPN dan Seluruh Pihak Terkait Diperiksa Total

BOGOR,Siber24jam.com – Munculnya dugaan sertifikat elektronik atas sebidang lahan yang sebelumnya telah memiliki sertifikat resmi...