Magelang, 18 April 2026 Siber24jam.com — Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang...
Cibinong, SIBER24JAM.COM – Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali mencuat di lingkungan sekolah. Kali ini, dugaan tersebut menyeruak di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cibinong dengan jumlah Rp 300 ribu per siswa.

Informasi yang diperoleh wartawan media ini mengungkap bahwa pungutan tersebut berdalih sebagai sumbangan untuk perpisahan siswa dan siswi kelas 12 (XII) tahun ajaran 2023-2024, yang akan dilaksanakan di lingkungan sekolah negeri tersebut dalam waktu dekat ini.
Lebih parah lagi, orang tua murid yang anaknya akan lulus di tahun ajaran ini diminta untuk mentransfer uang ratusan ribu langsung ke rekening BJB atas nama SMKN 1 Cibinong.
Menurut seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, pungutan yang dilakukan pihak sekolah kepada setiap orang tua murid kelas 12 SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, sangat memberatkan dirinya.
“Mengingat kondisi ekonomi yang sangat sulit pasca Pemilihan Umum (Pemilu) pada 24 Februari 2024, jujur saja, saya sebagai orang tua siswa sangat keberatan. Mestinya sekolah bisa menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang ada, tanpa harus selalu membebankan kami sebagai orang tua murid di sekolah milik pemerintah alias sekolah negeri,” tegasnya.
Terpisah, ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Sekolah SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, Sugiyo, berdalih bahwa kegiatan perpisahan siswa siswi kelas 12 merupakan agenda dari pengurus komite sekolah.
“Mohon bisa ditanyakan kepada pengurus komite, beliau yang punya agenda,” ujar Sugiyo singkat saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/5/2024).
Situasi ini mengundang reaksi keras dari para orang tua siswa, yang mengharapkan pihak sekolah mencari solusi lain tanpa membebani mereka di tengah kondisi ekonomi yang sulit.











