Update

Pengusaha Pabrik Rugi Akibat Padamnya Listrik di Kawasan Industri Kendal

Akibat sering padamnya listrik di kawasan industri Kendal Jalan Arteri Utara Berangsong, Kecamatan Berangsong, Kabupaten Kendal Jawa Tengah tidak hanya merugikan pihak pengusaha lokal, tetapi juga berdampak pada investor asing yang berinvestasi di Indonesia. Hal ini menyebabkan keterlambatan pengiriman ekspor dan tidak terpenuhinya permintaan pelanggan masing-masing pabrik. Selain itu, kerugian lain juga dirasakan karena pengusaha tetap harus membayar gaji karyawan meskipun produksi terhenti saat mati lampu.

Pihak pengusaha berencana mengajukan klaim akibat kerugian yang diderita oleh pabrik dan meminta agar PLN menyuplai listrik langsung ke kawasan tanpa melalui United Power. Namun, anehnya, pihak PLN malah tidak mengetahui tentang listrik padam di kawasan industri.

“Banyak sekali kerugian yang kami derita akibat mati listrik, mulai dari terlambatnya suplai barang kami ke pelanggan, terganggunya jadwal ekspor, rusaknya mesin, hingga harus membayar karyawan penuh saat mereka tidak bekerja karena mati listrik. Kami akan mengajukan klaim ke pihak United Power. Ini bisa berakibat buruk bagi investor yang telah berinvestasi di Indonesia. Kita harus menjaga nama baik Indonesia agar semakin banyak investor yang datang untuk berinvestasi,” ungkap beberapa pimpinan pabrik.

Sementara pihak PLN terkesan tidak bertanggung jawab atas permasalahan padamnya listrik di kawasan industri, hanya memberikan keterangan singkat bahwa suplai PLN aman dan masalah ada di United Power sebagai pengelola listrik di kawasan.

“Suplai dari PLN aman. Gangguan kabel tanah milik United Power di lokasi KIK Kendal,” jelas GM PLN Jateng Sofian Hadi singkat.

Salah satu pimpinan pabrik mengaku pihak Kementerian Perekonomian pernah turun ke kawasan untuk mengatasi masalah tersebut, namun permasalahan masih tetap terjadi.

“Waktu itu pihak kementerian sekitar bulan Februari pernah turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. GM PLN Sofian Hadi dan pihak United Power Freddy juga ikut hadir, namun sampai saat ini permasalahan tetap terjadi,” jelas Damha.

Sementara itu, Kabid Hankam Pemuda Pancasila meminta pihak terkait yang tidak mampu melaksanakan tugas sebaiknya mengundurkan diri dari jabatannya, bukan hanya pengusaha di kawasan yang dirugikan, tetapi juga nama baik Indonesia di mata investor asing.

“Saya meminta pihak terkait yang bertanggung jawab atas permasalahan mati listrik di kawasan industri Kendal agar mengundurkan diri jika tidak mampu melaksanakan tugasnya. Kita harus menjaga nama baik Indonesia di mata investor internasional,” Tutup Maulana.

 

Editor: Zakar

Berita Lainnya

Tags:

Update News

Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Gerakan ASRI, Hutan Kota Jadi Upaya Jaga Lingkungan

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto terus memperkuat program Aman, Sehat, Resik, dan Indah...

Penganiayaan Berat di Caringin Bogor: Wilson Lalengke Kecam Aksi Main Hakim Sendiri, Desak Polisi Usut Tuntas Terduga Pelaku ‘Imron’

Siber24jam.com – Bogor, Kasus dugaan penganiayaan berat berencana yang menimpa seorang warga bernama Ma’mun bin...

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Siber24jam.com – Rabat, Pemerintah Kerajaan Maroko bertindak cepat dan tegas dalam merespons dinamika politik terbaru...

Bupati Rudy Susmanto Sebut Program IJD Prabowo Perkuat Akses dan Ekonomi Masyarakat Bogor

SUKAMAKMUR – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi dukungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui program...