Update

Survei Lembaga Grup Riset Potensial, Sendi Fardiansyah Masuk Tiga Besar Tokoh Ideal Cocok Pimpin Kota Bogor

survei lembaga grupSendi Fardiansyah, tokoh muda Kota Bogor

Bogor,Siber24jam.com- Survei Lembaga Grup Riset Potensial, untuk mencari sosok tokoh yang layak memimpin Kota Bogor, pasca berakhirnya masa bhakti Wali Kota Bima Arya dan Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim, sangat menarik untuk dicermati. Pasalnya survei yang dilakukan 20 sampai 26 November 2023 lalu di enam kecamatan 17 kelurahan dengan 301 responden yang dipilih secara acak memuculkan nama Sendi Fardiansyah, sebagai tokoh muda yang ideal memimpin Kota Bogor. Nama Sendi, berada di posisi ketiga dengan persentase 11 persen, di bawah Dedie A. Rachim, 19 persen dan Syahrul Gunawan, 15 persen.

“Hasil survei yang kami lakukan, nama Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim memuncaki hasil survei dengan 19 persen, kemudian Syahrul Gunawan, dengan 15 persen, dan Sendi Fardiansyah, diposisi ketiga dengan 11 persen, sebagai tokoh ideal yang layak meneruskan estafet kepemimpinan Wali Kota Bima Arya,” kata Executive Director Lembaga Grup Riset Potensial, Linggar Kharisma, dalam keterangan tertulisnya,  Kamis (07/12/2023).

Sementara itu, sebut Linggar, dalam survei tertutup yang dilakukan di enam kecamatan dan 17 kelurahan dengan melibatkan 301 responden pada bagian akhir dari survei  ditutup dengan sedikit mengupas angka popularitas dan keterpilihan (elektabilitas) 22 nama tokoh yang kami sajikan kepada para responden.

“Ada lima nama dari 22 tokoh ideal yang popularitasnya tinggi, pertama Wakil Bupati Bandung Syahrul Gunawan, menempati posisi pertama sebagai bakal calon Wali Kota Bogor paling populer dengan persentasi 38,2 persen, disusul  Dedie A. Rachim, 36,2 persen, Rieke Diah Pitaloka, 19,3 persen,  Achmad Ru’yat, 16,9 persen, serta Sendi Fardiansyah, dengan persentase 15,6 persen,” ujar Linggar.

Namun sayangnya, kata Linggar, dari daftar nama tokoh dengan angka popularitas tertinggi tersebut, ternyata tidak berbanding linier  dengan angka keterpilihannya. Untuk indikator elektabilitas, nama Dedie A.Rachim, persentasenya 14 persen, Syahrul Gunawan, 11 persen, dan Sendi Fardiansyah,  10 persen, menduduki 3 nama tokoh dengan angka keterpilihan tertinggi.

“Tiga nama tadi, disusul oleh beberapa nama tokoh lain seperti Habib Hasan Alatas,  4 persen, Jenal Mutaqin, 3 persen,  Yane Ardian Rachman, 2 persen, Denny Mulyadi, 2 persen, Raendi Rayendra  1 persen, Rieke Dyah Pitaloka,  1 persen, serta Achmad Ru’yat, 1 persen,” papar Linggar.

Linggar melanjutkan, indikator kepemimpinan yang dianggap ideal bagi masyarakat kota Bogor, setelah pejabat petahana demisioner, tak luput dicermati.  Kepemimpinan yang memiliki gagasan untuk meningkatkan ekonomi daerah 46 persen menjadi karakteristik ideal yang paling dianggap penting oleh masyarakat.

Selain mempunyai gagasan menanggulangi berbagai masalah di kota Bogor (45%), dan juga yang tak kalah penting adalah pemimpin ke depan, menurut para responden, kata Linggar, perlu berasal dari warga asli Kota Bogor, dengan persentase 45 persen

“Survai yang kami lalukan ini dengan  metode survei proportional systematic random sampling, dan angka margin of error sebesar 5,7 persen, serta interval kepercayaan sebesar 95 persen,” ungkapnya.

Sebagai informasi, hasil Survei biro riset yang berdiri sejak tahun 1994 itu,  menemukan fakta menarik terkait dengan masalah yang ada di Kota Bogor.  Diantaranya 67 persen responden mengakui bahwa persoalan kemacetan lalu lintas di sepanjang jalan utama Kota Bogor, merupakan masalah paling krusial yang saat ini dihadapi.  Setelah kemacetan, angka sulitnya lapangan pekerjaan sebanyak 62 persen

Kemudian soal penanganan kebersihan, mendapat apresiasi paling tinggi dari masyarakat. Tercatat 85 persen warga kota Bogor yang menyatakan dirinya puas terhadap cara Pemerintah Kota Bogor dalam mengatasi persoalan kebersihan.

Penataan tata ruang peningkatan mutu sekolah sangat memuaskan warga Kota Bogor, masing-masing mendapatkan persentase tinggi 84 persen dan 83 persen.

“Sebaliknya, ada  bidang yang membuat tingkat kepuasan rendah, seperti ketersediaan lapangan kerja tingkat kepuasannya hanya 27 persen, penanggulangan KKN, tingkat kepuasannya hanya 43 persen, dan perihal pemberdayaan/pembinaan UMKM hanya 48 persen,” tutup Linggar. ***

 

 

Penulis : Zarkasi

Editor   : Mochamad Yusuf

Berita Lainnya

Tags: , , , , , , , , , ,

Update News

Kuasa Hukum PT Panca Tetrasa Tegaskan Somasi Tak Berdasar, Ungkap Dugaan Pelanggaran Direksi

Bogor, Siber24jam.com — Polemik internal di tubuh PT Panca Tetrasa kian memanas setelah adanya somasi...

Rudy Susmanto Tertibkan PKL Pasar Parung, Kawasan Disulap Lebih Rapi dan Nyaman

PARUNG, Siber24jam.com – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus...

Akhir Pelarian DPO Penggelapan Asal Jambi, Satgas SIRI Lumpuhkan Perlawanan Asril

JAMBI , Siber24jam.com– Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Inovasi (Satgas SIRI) Kejaksaan Agung RI...

Wabup Bogor Jaro Ade Tinjau Jembatan Ambruk di Rumpin, Tegaskan Penanganan Darurat Dipercepat

RUMPIN, Siber24jam.com – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, turun langsung meninjau lokasi jembatan ambruk di...